Maharani, Inggrid Prinsia and Nugroho, Suray Agung (2024) Jugendsprache: bahasa remaja Jerman pada akun Instagram Funk. DIGLOSIA: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, 7 (2). pp. 347-358. ISSN e 2615-8655 ; p 2615-725X
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Bahasa remaja Jerman atau Jugendspracheadalah gaya bahasa yang digunakan oleh remaja dan dewasa muda Jerman dalam komunikasi sehari-hari. Gaya bahasa ini diadopsi oleh jaringan konten Jerman bernama Funkdalam unggahan akun Instagramnyauntuk menarik perhatian audiensnya, yang ditargetkan untuk orang-orang berusia antara 14 hingga 29 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk Jugendspracheyang digunakan Funkdalam konten yang diunggahnya. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Korpus data sebanyak 288 kalimat diperoleh dari akun Instagram Funk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 177 data leksikon, 55 data pembentukan kata, dan 28 data pergeseran semantik. Anglisisme yang berjumlah 112 data merupakan fenomena leksikon yang paling dominan dibandingkan yang lain. Proses penting lainnya adalah 29 data komposisi dalam pembentukan kata dan 23 data perluasan makna dalam pergeseran semantik. Dari penelitian ini ditemukan bahwa bahasa Inggris banyak digunakan dalam konten Funk, baik berupa kata, frasa, kalimat dalam bahasa Inggris lengkap atau kata-kata bahasa Inggris yang diadopsi ke dalam sistem morfologi Jerman.Funkmemanfaatkan bahasa Inggris untuk membuat kontennya lebih menarik untuk target audiens, yaitu anak muda.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | anglisisme; jaringan konten Funk;bahasa remaja Jerman; Instagram |
| Subjects: | P Language and Literature > PD Germanic languages |
| Divisions: | Faculty of Cultural Sciences > Korean Language and Culture Department |
| Depositing User: | Mardi Pramono |
| Date Deposited: | 11 Sep 2025 07:22 |
| Last Modified: | 11 Sep 2025 07:22 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/20360 |
