Arimi, Sailal and Adelawati, Munzila (2024) KASUS HUKUM AHMAD DHANI: KAJIAN LINGUISTIK FORENSIK ATAS PENCEMARAN NAMA BAIK. SUAR BETANG, 19 (1). pp. 127-139. ISSN 2686-4975
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Kajian linguistik forensik ini bertujuan mengevaluasi apakah tuntutan jaksa Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan Surabaya dalam kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh
Ahmad Dhani (AD) sesuai dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomer 11 Tahun 2018 dan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menentukan kualifikasi ujaran kebencian dalam kasus AD. Data dikumpulkan melalui metode dokumentasi, yang meliputi pengumpulan data yang telah beredar di masyarakat secara daring, mengikuti proses hukum yang tertulis di Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Jakarta Selatan dan Surabaya, dan melihat hasil putusan Pengadilan Negeri yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht)
Nomer.370/Pid.Sus/2018/PN JKT.SEL dan Nomer.275/Pid.Sus/2019/PN Sby. Setelah data terkumpul, analisis dilakukan menggunakan pendekatan linguistik forensik. Data bahasa berkasus hukum tersebut dianalisis melalui pendekatan struktur internal bahasa, yaitu
semantik, dan struktur eksternal bahasa yang mencakup sosiolinguistik dan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuturan yang digunakan AD memiliki diksi negatif dan dapat merendahkan mitra tuturnya. Dalam tuntutan jaksa kepada AD tidak ditemukan penyalahgunaan UU ITE 2016 dan tidak terdapat pasal karet yang menyebabkan multitafsir.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ahmad Dhani; forensik linguistics; ITE Law |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Faculty of Cultural Sciences > Indonesian Literature Department |
| Depositing User: | Mardi Pramono |
| Date Deposited: | 23 Sep 2025 06:05 |
| Last Modified: | 23 Sep 2025 06:05 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/20582 |
