Hidayat, Rahmat and Arimi, Sailal (2024) In Absentia Data Bahasa dalam Kejahatan Berbahasa Putusan Mahkamah Agung: Kajian Linguistik Forensik. MIMESIS, 5 (1). pp. 48-59. ISSN 2721-916X
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Pelanggaran terhadap norma bahasa yang dilakukan oleh seseorang dapat mengakibatkan sanksi atau hukuman. Hukuman yang diterapkan terhadap kasus ujaran kebencian, dapat mencakup denda atau penjara. Dalam kasus Bahar bin Smith dan Yulianus Paonganan, terdapat pelanggaran bahasa, khususnya dalam bentuk penghinaan, penistaan, dan pencemaran nama baik terhadap Presiden Joko widodo. Bahar bin Smith dijatuhi hukuman enam bulan dan lima belas hari, sementara Yulianus Paonganan dijatuhi hukuman satu tahun kurungan. Menariknya, dalam putusan Mahkamah Agung terkait kasus Bahar bin Smith, tidak terdapat informasi terkait pelanggaran bahasa. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana sebuah hukuman kejahatan berbahasa dapat diputuskan tanpa adanya bukti linguistik yang mendukung. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan semantik untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk ujaran kebencian. Hasil penelitian menunjukkan bentuk, jenis, dan makna gramatikal ujaran kebencian. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga Mahkamah Agung dalam mengeluarkan putusan tidak selalu profesional, kurang transparan, dan terdapat kelalaian serta kecerobohan yang terbukti dengan keluarnya surat putusan tanpa adanya bukti pelanggaran bahasa.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | In Absentia; Kejahatan Berbahasa; Linguistik Forensik; Putusan Mahkamah Agung; Semantik. |
| Subjects: | P Language and Literature > P Philology. Linguistics |
| Divisions: | Faculty of Cultural Sciences > Indonesian Literature Department |
| Depositing User: | Mardi Pramono |
| Date Deposited: | 23 Sep 2025 06:11 |
| Last Modified: | 23 Sep 2025 06:11 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/20630 |
