Pola Perilaku dan Model Pelayanan Kesehatan Remaja

Ekowarni, Endang (2000) Pola Perilaku dan Model Pelayanan Kesehatan Remaja. Lembaga Penelitian UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Endang Ekowarni_Pola Perilaku Sehat dan Model Pelayanan Kesehatan Remaja_2000.pdf] Text
Endang Ekowarni_Pola Perilaku Sehat dan Model Pelayanan Kesehatan Remaja_2000.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kemajuan teknologi dalam kehidupan modern berpengaruh dalam pola perilaku dan telah terbukti ada hubungannya dengan berbagai jenis penyakit. Perilaku sehat (behavioral health) merupakan salah satu aspek dalam kehidupan remaja. Pola perilaku yang lebih berorientasi pada aktivitas kelompok sebaya (peer group) seringkali merupakan faktor yang mengarahkan remaja pada perilaku yang berisiko bagi kesehatan. Sarafino (1990) dalam tinjauannya memandang remaja sebagai kelompok yang mempunyai banyak risiko yang berkaitan dengan kualitas kesehatannya. Kondisi tersebut disebabkan oleh karakteristik yang spesifik dalam proses perkembangannya yaitu dengan tingkat kemampuan kognitif dan penalarannya telah mampu memahami dan mengambil keputusan secara logis, tetapi di sisi lain mendapat tekanan kelompok sebayanya (peer-pressure). Data yang dicatat oleh National Center for Health Statistic (dalam Prokop, 1991) terdapat 78,5% angka kematian remaja disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas akibat penyalahgunaan obat maupun alkohol yang juga menjadi pemicu timbulnya perkelahian yang menyebabkan kematian. Mengenai pentingnya peran komunikasi dalam pelayanan kesehatan, Simmons (1993) menggunakan istilah aspek providers-client interface untuk memberi penekanan aspek interpersonal yang mendalam dalam tata laksana pelayanan. Masalah kesehatan tidak lagi dipandang sebagai suatu paradigm biomedis tetapi lebih atas dasar pendekatan biopsikososial. Oleh karenanya pelayanan kesehatan bukan sekedar "medical service" tetapi sebagai "public health service". Materi penelitian berupa wawancara dengan pasien remaja yang berobat di Rumah Sakit Daerah Kotamadya Semarang yang hasilnya digunakan untuk menyusun Pola Perilaku Sehat Remaja. Kepada para doktor di RSC Kotamadya Semarang diberikan angket mengenai persepsi dokter terhadap Pola Perilaku Sehat Remaja. Berdasarkan analisis disipmpulkan bahwa persepsi para dokter cukup positif yaitu rerata empirik 202.298 dengan rerata hipotetik 153. Dengan metode Diskusi Kelompok Terpusat para dokter menyusun pola pelayanan remaja dengan dasar pertimbangan bahwa: (a) pasien remaja perlu mendapatkan pelayanan; (b). pelayanan kesehatan remaja berorientasi pada pendekatan biopsikososial; (c). informasi yang diperlukan remaja berupa program promatif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, (d). semua pihak harus bertanggung jawab atas kesehatan remaja yaitu remaja sendiri, orangtua, guru, masyarakat, dan semua instansi yang terkait. Selanjutnya Pimpinan dan Staff Rumah Sakit mempersiapkan pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Remaja karena harus melalui beberapa ketentuan dan birokrasi.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: remaja, kelompok, kesehatan
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Psychology
Depositing User: AKBAR MUHAMMAD U S
Date Deposited: 09 Jan 2026 01:46
Last Modified: 09 Jan 2026 01:46
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/24133

Actions (login required)

View Item
View Item