Dinamika Tata Ruang Pesantren Pabelan

Musada, Musada (1996) Dinamika Tata Ruang Pesantren Pabelan. Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of dimensi historisitas pemikiran teologi dalam islam_muchtarum ibnu rochman_2000.pdf] Text
dimensi historisitas pemikiran teologi dalam islam_muchtarum ibnu rochman_2000.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Pembangunan Pesantren Pabelan berlangsung dalam tiga fase, yaitu: fase pertama tahun 1965-1970, fase kedua tahun 1971-1974, dan fase ketiga tahun 1975-1980. Tata ruang yang diterapkan pada penempatan bangunan-bangunan pesantren berupa pembagian 2 areal untuk kegiatan putra dan putri yang terpisah oleh jalan di tengah. Areal pusat kegiatan bagi semua santri dan masyarakat berada di halaman masjid. Areal pusat ini sangat tepat mengingat keletakan masjid yang ada di tengah dengan penghubung jalan resmi beraspal. Keunikan lain dalam penempatan unit-unit bangunan walaupun Pesantren Pabelan sekarang berbentuk kompleks tetapi tidak terlihat terpisah dengan kawasan permukiman. Ketidakterpisahan ini memang diupayakan dengan cara peletakan bangunan yang tidak terlalu rapat satu sama lain, sehingga terbentuk jalan-jalan di antara bangunan. Hal ini memungkinkan penduduk untuk lewat di antaranya. Keterkaitan antara penduduk dengan warga pondok lebih nyata terlihat pada saat sholat berjamaah di masjid kuna. Masyarakat datang tidak harus melalui jalan resmi, tetapi banyak yang lewat jalan-jalan di antara bangunan pondok.
Pemanfaatan lahan menunjukkan keteraturan dengan masjid sebagai sentralnya. Penempatan makam berbatasan langsung di sebelah barat dengan masjid, di sebelah timur masjid terdapat halaman untuk olahraga, kegiatan perayaan hari-hari besar Islam, di sebelah timur lapangan terdapat kantor organisasi siswa dan gedung pramuka, di sebelah timur dua gedung ini terdapat perpustakaan menghadap ke barat dengan halamannya yang luas. Keletakan masing-masing bangunan tersebut pada satu poros mengikuti poros masjid, timur-barat. Ternyata keletakan yang segaris sumbu tersebut memiliki konsep yang disebut konsep perjalanan matahari. Matahari terbit di Timur diibaratkan dengan perpustakaan sebagai gudang ilmu akan menyinari kehidupan manusia.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Tata ruang, dinamika, pesantren
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology
Divisions: Faculty of Cultural Sciences > Archeology Department
Depositing User: Dwi Rahayu
Date Deposited: 15 Jan 2026 02:25
Last Modified: 15 Jan 2026 02:25
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/24995

Actions (login required)

View Item
View Item