Harjono, Timbul (1980) Kompleks Candi Prambanan. Fakultas Sastra dan Kebudayaan UGM, Yogyakarta.
Timbul Harjono_Kompleks Candi Prambanan_1980.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Kompleks candi Ngawen terletak di desa Ngawen,, Κelurahan Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Candi ini merupakan suatu kompleks percandian yang terdiri atas lima buah candi, disusun berjajar dari Utara ke Selatan dengan jarak kira-kira 4 meter. Semua bangunan menghadap ke Timur, secara berturut-turut dari utara disebut Candi Nga-wen I, Candi Ngawen II, Candi Ngawen III, Candi Ngawen IV dan Candi Ngawen V. (Perquin, 1927 : 50 - 83)
Candi-candi ini, kecuali Candi Ngawen II, hanyalah tinggal bagian kaki candinya saja. Pada waktu ditemukan semuanya tinggal reruntuhan saja yang terpendam tanah pasir sedalam kira-kira dua meter. Sangat boleh jadi kerusakan ini akibat peristiwa alam alam akibat letusan gunung Merapi (van Erp, 1911). Semua bahan bangunan terbuat dari batu andesit (batu kali), yang sumber bahannya tersedia di daerah itu ialah di sungai Praga dan sungai Elo.
Meskipun Candi Ngawen sudah dalam keadaan tidak utuh, namun sejak dahulu telah membangkitkan minat para ahli untuk meneliti. Pada tahun 1874 Hoepermans telah membuat catatan-catatan hasil pengamatannya terhadap candi ini (R.O.D. 1913). Beberapa tahun kemudian J. van Aalst mengadakan penelitian disekitar komplek: Candi Ngawen, yaitu pada tahun 1897. Tidak ketinggalan pula Th. van Erp -seorarg yang telah berhasil memugar Candi Borobudur (1907-1911)- berusaha pula mengumpulkan batu-batu candi yang berserakan. Usahanya yang teial dimulai sejak 1911 ini, untuk beberapa waktu terhenti.
Baru pada tahun 1925, penelitian terhadap candi Ngawen dilakukan lagi yaitu olch P.J. Perquin. Usahanya tidak sia-sia, dengan hasil salah satu bangunannya yaitu candi Ngawen II dapat dipugar kembali pada tahun 1927 (Perquin, 1927 : 50 - 83), meskipun bagian atap candi tidak dapat seluruhnya dipugar seperti dapat kita saksikan sekarang. Adapun candi-candi lainnya hanyalah bagian bawah dari candi Ngawen I yang berhasil dipugar. (Krom, 1923) berkenan dengan segi arsitekturnya, W.F. Stutterheim (Stutterheim, 1935: 204 -206) dan A.J. Bernet Kempers (Bernet Kempers, 1959; Bernet Kempers dan Soekmono, 1974)
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology |
| Divisions: | Faculty of Cultural Sciences > Archeology Department |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 02:29 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 02:29 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25019 |
