Suranindyah, Yustina Yuni (2001) Status Nutrisi Induk Kambing Peranakan Etawah yang Beranak pada Musim Kemarau di Daerah Dataran Tinggi DIY. Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta.
Yustina Yuni Suranondyah_Status Nutrisi Induk Kambing Peranakan Etawah yang Beranak pada Musim Kemarau di Daerah Dataran Tinggi DIY_2001.pdf
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status nutrisi induk kambing PE yang beranak pada musim kemarau di daerah pengembangan kambing PE kabupaten Sleman, Yogyakarta. Materi yang digunakan adalah kambing PE yang dipelihara peternak secara kelompok di desa Girikerto, kecamatan Turi, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Data diambil dari 15 ekor induk kambing yang beranak selama musim kemarau. Sampel induk dikelompokkan menjadi 3, yaitu kelompok induk yang beranak pada awal musim kemarau pada saat hijauan leguminosa masih tersedia secara melimpah (1), kelompok induk yang beranak pada pertengahan musim kemarau saat hijauan leguminosa mulai berkurang produksinya (II) dan akhir musim kemarau saat pemberian pakan lebih banyak terdiri dari rambanan dari pepohonan (III). Data yang diambil meliputi data reproduksi, perubahan berat badan induk, berat badan anak, konsumsi dan kualitas pakan, konsentrasi metabolite darah terdiri dari kadar total protein plasma dan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada musim kemarau leguminosa dan rambanan menjadi komponen terbesar dalam pakan induk kambing. Konsumsi bahan kering, protein kasar mencukupi kebutuhan untuk laktasi baik pada induk yang beranak pada awal maupun pada akhir musim kemarau, tetapi konsumsi energi tidak tercukupi. Induk kambing selama laktasi dengan pemberian pakan tersebut mengalami kehilangan berat badan tertinggi sekitar 3,6 sampai 4,4 kg/bulan pada bulan pertama. Induk rata-rata beranak dengan jumlah anak/kelahiran rata-rata 1,5 sampai 2,0 dan berat sapih 15,8 sampai 18,8 kg. Rata-rata kadar total protein dalam darah induk pada bulan kedua setelah beranak berkisar antara 6,9 g/dl sampai 7,2 g/dl, sedangkan glukosa dara berkisar antara 35,4 sampai 48,6 g/d, menunjukkan bahwa induk dalam status nutrisi yang tercukupi.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Additional Information: | KKI |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Breeding and Reproduction |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 06:36 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 06:36 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25615 |
