Perkembangan Os Femur Fetus Tikus Putih Umur Kebuntingan 16 Sampai 20 Hari Akibat Pemberian Sodium Borat Pada Induk

Pangestiningsih, Sri Rahayu (1995) Perkembangan Os Femur Fetus Tikus Putih Umur Kebuntingan 16 Sampai 20 Hari Akibat Pemberian Sodium Borat Pada Induk. Fakultas Kedokteran Hewan UGM.

[thumbnail of Tri Wahyu Pangestiningsih_Perkembangan Os Femur Fetus Tikus Putih Umur Kebuntingan 16 Sampai 20 Hari Akibat Pemberian Sodium Borat Pada Induk_1995.pdf] Text
Tri Wahyu Pangestiningsih_Perkembangan Os Femur Fetus Tikus Putih Umur Kebuntingan 16 Sampai 20 Hari Akibat Pemberian Sodium Borat Pada Induk_1995.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengamati perkembangan os femur tikus putih pada umur kebuntingan 16, 18 dan 20 hari akibat pemberian sodium borat pada induknya.
Tiga puluh enam tikus bunting pertama dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing terdiri atas 9 ekor. Kelompok I,II, III dan IV diberi sodium borat per dengan dosis berturut-turut 180 mg/200 g BB: 120 mg/200 8 BB: 60 mg/200g BB dan 0 mg/200 g BB. Pemberian sodium borat dalam 1 ce CMC 1% dilakukan pada hari ke 6-15 kebuntingan. Pada usia kebuntingan ke 16, diambil 3 ekor tikus dari masing-masing kelompok, dianastesi menggunakan larutan eter kemudian dibedah sesar. Semua fetus difiksasi dalam alkohol 70% untuk proses pengecatan tulang dengan alizarin. Fetus yang sudah dicat alizarin, diambil os femurnya untuk dibuat preparat histologi dengan pengecatan HE dan trikrom. Prosedur yang sama dilakukan pada hari ke 18 dan 20 kebuntingan.
Dari analisis deskriptif gambaran histologis os femur terlihat bahwa pada fetus umur 16 hari belum terjadi osteogenesis sedangkan pada usia kebuntingan 18 dan 20 hari sudah terjadi osteogenesis yang semakin kecil dosis sodium borat semakin luas daerah ostegenesis. Uji anava terhadap panjang relatif daerah osteogenesis pada umur dan 20 hari menunjukkan perbedaan bermakna (P<0,05) uji kontras antar rerata dengan uji tukey adanya perbedaan bermakna (P<0,05) antara kelompok I dengan kelompok II, III dan IV, antara kelompok II dengan IV dan antara kelompok III dengan IV. Sedang antara kelompok II dengan III tidak ada perbedaan.
Dari hasil penelitian ini tampak bahwa sodium borat menyebabkan terhambatnya osteogenesis os femur.

Item Type: Other
Additional Information: KKI
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Products Technology
Depositing User: Isbandini Isbandini
Date Deposited: 17 Apr 2026 07:05
Last Modified: 17 Apr 2026 07:05
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25627

Actions (login required)

View Item
View Item