Parmono, Kartini (1993) Konsep Plato tentang Seni Musik dan Perannya dalam Pembentukan Kepribadian yang Luhur. Fakultas Filsafat UGM.
Kartini Parmono_Konsep Plato tentang Seni Musik dan Peranny_1993.pdf
Restricted to Registered users only
Download (9MB)
Abstract
Plato adalah seorang filsuf, negarawan dan sastrawan yang banyak menghasilkan karya-karya besarnya lewat dialog-dialognya. Plato mendapat julukan sebagai dewa keindahan, disebabkan pendapatnya yang begitu sempurna terhadap keindahan. Konsepnya tentang seni banyak dipakai oleh filsuf-filsuf sesudahnya. Plato hanya mengakui Tuhan (Demiurgus) sebagai seniman sejati yang menciptakan keindahan yang sempurna.
Penelitian ini merupakan penelitian pustaka. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kritis dengan menggunakan metode interpretasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Plato tentang seni dan seniman mengandung dualisme. Pada awalnya Plato menolak keberadaan seni dan seniman, tetapi pada akhirnya Plato menerimanya sebagai sesuatu yang bernilai. Bagi Plato seni yang paling baik diantara jenis seni-seni yang ada, adalah seni musik. Musik mempunyai kedudukan yang mutlak dalam negara karena musik dapat mempunyai pengaruh dalam bidang moral dan politik. Di bidang moral, musik dapat memperhalus budi pekerti manusia dan di dalam bidang politik, musik dapat meningkatkan kecintaan terhadap tanah air. Bagi Plato seni musik mempunyai tujuan yang luas. Musik tidak hanya mementingkan segi keindahan saja, tetapi yang lebih penting adalah pembentukan kepribadian yang luhur. Seni sebagai manifestasi dari yang baik, benar dan yang indah.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Additional Information: | KKI |
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General) |
| Divisions: | Faculty of Philosophy |
| Depositing User: | Dwi Rahayu |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 07:51 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 07:51 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25668 |
