Pembentukan tim sel punca Universitas Gadjah Mada dan Isolasi, purifikasi dan plurifikasi progenitor adult stem sel

Heru Fibrianto, Yuda and Budiyanto, Arief and Rahadyan, Rahadyan (2009) Pembentukan tim sel punca Universitas Gadjah Mada dan Isolasi, purifikasi dan plurifikasi progenitor adult stem sel. Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Yuda Heru_Pembentukan tim sel punca Universitas Gadjah Mada_2009.pdf] Text
Yuda Heru_Pembentukan tim sel punca Universitas Gadjah Mada_2009.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (13MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tim sel punca Universitas Gadjah Mada dan tekhnik isolasi dan plurifikasi adult stem sel untuk mendapatkan sel linenya. Tim ini terdiri dari gabungan staf peneliti dari fakultas kedokteran hewan, kedokteran, farmasi, biologi dan peternakan. Tim sel punca UGM ini dikelompokkan menjadi tiga kelompok kerja dari litbang, etika dan klinis sesuai dengan keahliannya. Adult stem sel diambil dari darah plasenta yang telah dimintakan inform consent dan etikal clearance dari pasien yang melahirkan. Tim sel punca Fakultas Kedokteran telah terbentuk dengan ketua Prof. Samekto sedangkan unit pelayanan sel punca RS. Dr. Sardjito juga telah terbentuk dengan ketua Dr. Hasto Wardoyo, SpOG (K). Kultur sel punca dari darah plasenta dan wharton jelly tengah dilakukan. Sel feeder yang berasal dari kulit sisa sirkumsisi yang telah diberi inform consent telah dilakukan dan dibudidayakan sehingga terbentuk sel line-nya. Darah plasenta telah diberi heparin dibawa kelaboratorium dan dilakukan sentrifugasi 200G selama 30 menit sebanyak 2 kali, supermatan dan buffy coat dipipisahkan ke tabung 50 ml dan disentrifuse 3000 G selama 30 menit. Supernatan dibuang dan buffy coat yang tertinggal dicuci dengan DMEM+ 10% fetal bovine serum (FBS), 1 mM glutamine, 25 mM NaHCO3, 1% minimal essential medium (MEM) larutan asam amino nonessential, 1% larutan penicillin-streptomycin-antimycotic dan disentrifuse selama 30 menit. Supernatan dibuang dan sisanya dikultur kedalam feeder sel dengan pertumbuhan/konfluensi 50% kedalam inkubator 5% CO2 pada suhu 38°C dan kelembamam 5% CO₂ dan 95% udara. Setelah 15 menit, cairan dan darah dicuci dan diganti dengan medium baru dan diamati setiap hari. Pada heri ke 7, telah terbentuk koloni sel astrosit yang diduga adalah mesenchimal sel. Setiap 7 hari media diganti dan sel diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan telah diisolasi sel punca dari darah tali pusat dan telah diidentifikasi sel punca dan di differensiasi menjadi sel saraf sebagian lagi telah dibekukan untuk penelitian lanjutan. Dari tali plasenta telah juga diisolasi dan diplurifikasi sel punca yang selanjutnya akan di differensiasi dan diidentifikasi sel yang dikembangkan. Penelitian dan program dari penelitian di masa depan dari sel punca telah diseminarkan di Jakarta, 30 Mei 2009 dalam Seminar Sehari ASPI (Asosiasi Sel Punca Indonesia) "Penelitian Multisenter Sel Punca di Indonesia, dan diharapkan dapat diikuti dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Universitas Gadjah Mada dengan PT. Biofarma dalam penelitian sel punca dimasa mendatang.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: sel punca, isolasi, purifikasi, plurifikasi, stem sel
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Veterinary Medicine
Depositing User: Isbandini Isbandini
Date Deposited: 24 Jun 2026 08:30
Last Modified: 24 Jun 2026 08:30
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25841

Actions (login required)

View Item
View Item