Sodarmadi, Sodarmadi and Wirohadidjojo, Yohanes Widodo (1995) Pengaruh Pemakaian Kontrasepsi Oral Pada Prevalensi Sersivitis Karena Chlamidia Trachmomatis Pada Para WTS di Yogyakarta. Fakultas Kedokteran UGM. (Unpublished)
Soedarmadi_Pengaruh Pemakaian Kontrasepsi Oral Pada Prevalensi Sersivitis Karena Chlamidia Trachmomatis Pada Para WTS di Yogyakarta_1995.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Abstract
Selain berefek samping berupa: kegemukan, berhentinya menstruasi, menurunnya libido, mual, migrain, gangguan faal hati, dan throm-boemboli, pemakaian kontrasepsi oral dilaporkan dapat menyebabkan perubahan anatomis mukosa serviks menjadi ektropion. Permasalahan yang kemudian timbul adalah; meskipun ektropion serviks karena sebab-sebab lain diketahui merupakan faktor risiko timbulnya servisitis karena C. trachomatis, pengaruh pemakaian kontrasepsi oral pada prevalensi servisitis karena C. trachomatis masih belum diketahui dengan jelas.
Penelitian ini ditujukan untuk melihat adanya pengaruh pemakaian kontrasepsi oral pada servisitis khlamidial, dengan melakukan penelitian potong lintang yang dilakukan pada para WTS yang dianggap merupakan kelompok berisiko tinggi tertular penyakit tersebut. WTS pemakai kontrasepsi > 3 bulan dianggap sebagai kelompok berfaktor risiko positif, sedangkan WTS tanpa pemakaian kontrasepsi pil, alat kontrasepsi dalam rahim, dan kontrasepsi hormonal lainnya dianggap berfaktor risiko negatif. Servisitis ditegakkan dengan pulasan Gram pada usapan mukosa endoserviks, sedangkan penentuan C. trachomatis sebagai penyebab dilakukan dengan penemuan epitop antigen lipopolisakarida dengan metode imunokromatografi.
Setelah dilakukan penyepadan secara statistik pada variabel seperti: umur, jumlah kehamilan, jumlah persalinan, jumlah abortus, dan frekuensi relatif kandidosis vaginal, hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi servisitis khlamidial ternyata lebih tinggi secara bermakna (P < 0,05) pada kelompok pil dibandingkan dengan kelompok bukan pil, dengan rasio prevalensi sebesar 2,12.
Disimpulkan bahwa pemaiakan kontrasepsi pil>3 bulan merupakan faktor risiko untuk menderita servisitis kalmidial. Sebagai saran, pengaruh pemakaian kontrasepsi oral pada penyakit menular seksual lain yang dipermudah oleh serviks yang elektropion perlu juga dilakukan.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kontrasepsi, chlamidia trachmomatis, kehamilan |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Public Health and Nursing > Public Health and Nutrition |
| Depositing User: | Ifan Permata Mussela |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:48 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:48 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25996 |
