Sari, Puspa Wikan and Susapto, F.X. and Noegrohati, Sri (1990) Efek Teratogenik Kadmium Khlorida Pada Tikus. Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)
Puspa Wikan Sari_Efek Teratogenik kadmium Pada Tikus_1990.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (4MB)
Abstract
Kadmium adalah logam berat polutan lingkungan yang dapat mencemari produksi pakan maupun pangan, sehingga sebagai toksikan dapat meracuni hewan pelaraan maupun manusia. Kadmium sebagai kontaminan pakan dan pangan ini dapat masuk ke tubuh hewan maupun manusia, terakumulasi dalam jaringan hati, ginjal dan alat reproduksi. Pada dosis tinggi, kadmium dapat menyebabkan kerusakan organ-organ ini. Pada individu bunting kadmium dapat menembus barier placenta dan terakumulasi dalam fetus dan diduga dapat menyebabkan abnormalitas pada fetus. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa efek teratogenik tersebut terjadi.
Tahap pertama penelitian ini adalah menentukan LD-50 kadmium dengan cara Reed-Muench dan menghasilkan angka 700 ± 82,11 mg/kgBB. Karena dosis teratogenik angka kadmium adalah LD-50 maka dibuat seri dosis : 0, 25, 50, 75, 100, 125 dan 150 mg/kg. Namun dosis 125 mg/kg menunjukkan angka kematian yang tinggi maka yang dipakai adalah dosis di bawahnya. Pada tahap kedua tiap dosis tersebut diberikan peroral tiap hari kepada kelompok tikus bunting selama masa organogenesis dan setelah itu. Pada hari ke-19 masa kebuntingan, semua tikus diambil sample darahnya lewat vena orbitalis dan kemudian dibunuh. Abdomen tikus dibuka, organ reproduksi dikeluarkan, uterus dibuka dan fetus-fetusnya dikeluarkan. Kelahiran semua fetus diamati. Pada tahap ketiga semua sampel darah dan 2 fetus dari tiap induk dianalisis kadar kadmiumnya dengan Spektrofotometer serapan Atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 kejadian yang dialami fetus yaitu : terresorpsi, abnormal dan mati. Abnormalitas terlihat pada dosis 50 mg/kgBB dan di atasnya sedang resorpsi fetus pada dosis 75 mg/kgBB dan di atasnya. Kematian terjadi pada kelompok yang mendapat dosis khlorida selama masa kebuntingan dan terjadi pada dosis 100 mg/kg. Hasil analisis kadar kadmium dalam darah dan fetus menunjukkan bahwa induk tinggi dosis makin tinggi kadar kadmium dalam darah induk maupun fetus.
Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa kadmium khlorida mempunyai efek teratogenik pada tikus ditandai dengan adanya kadar kadmium dalam darah induk maupun fetus dengan jumlah abnormalitas fetus semakin tinggi tingkat kadar kadmium dalam darah atau fetus, makin tinggi pula jumlah abnormalitas fetus.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | tikus, teratogenik, kadmium khlorida |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Veterinary Medicine |
| Depositing User: | Ifan Permata Mussela |
| Date Deposited: | 02 Jul 2026 08:52 |
| Last Modified: | 02 Jul 2026 08:52 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25997 |
