Zubaedah, Detty Siti Nurdiati (1996) Keberhasilan Program Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu di Kecamatan Tegalrejo, Kotamadya Yogyakarta, dan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. (Unpublished)
Detty Siti N.Z._Keberhasilan Program Peningkatan Penggunaan Air Susu Ibu di Kecamatan Tegalrejo, Kotamadya Yogyakarta, dan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman_1996.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
Tujuan: Untuk mengetahui indikator praktek menyusui berdasar kriteria WHO sebagai asupan dalam evaluasi keberhasilan program peningkatan penggunaan air susu ibu (PP-ASI).
Metode: Survai rumah tangga dilakukan pada 969 keluarga dengan anak di bawah dua tahun (baduta), dengan menggunakan kuesioner. Wawancara dilakukan oleh tenaga lapangan keluarga berencana (PLKB dan kader KB desa) yang telah dilatih.
Lokasi: Kecamatan Tegalrejo, Kotamadya Yogyakarta dan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.
Hasil: Sebanyak 98,9% baduta pernah mendapat ASI. Angka kejadian ASI eksklusif sebesar 50,0%, kejadian menyusui hampir eksklusif 9,8% dan kejadian ASI penuh 59,8%. Praktek penyusuan dini masih rendah yaitu 33,5%. Kejadian pemberian MP-ASI pada bayi usia 6-9 bulan rendah yaitu sebesar 52,0%; berbeda dengan tingginya pemberian makanan padat pada usia yang sangat dini. Namun demikian pemberian ASI lanjut sampai usia 1 dan 2 tahun cukup tinggi (92,3% dan 86,0%). Pemberian minuman dengan menggunakan botol pada bayi < 6 dan <12 bulan sebesar 27%. Sebanyak 13,2% bayi telah disapih dan terbanyak pada usia di bawah 4 bulan dengan alasan ASI kurang. Kejadian ASI eksklusif, hampir eksklusif, MP-ASI, pernah disusui dan menyusui dini di daerah perkotaan (Tegalrejo) dan pedesaan (Ngemplak) tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Terdapat perbedaan bermakna untuk kejadian ASI penuh, pemberian ASI lanjut hingga 1 dan 2 tahun, pemberian minum dengan botol < 6 dan 12 bulan di daerah perkotaan dan pedesaan. Masalah menyusui yang sering muncul adalah sindroma ASI kurang, ibu bekerja, payudara bengkak/puting lecet.
Kesimpulan: Indikator praktek menyusui di Kecamatan Tegalrejo dan Ngemplak menunjukkan bahwa masih perlu ditingkatkannya program PP-ASI yang lebih mantap, guna meningkatkan angka kejadian menyusui eksklusif, MP-ASI, penyusuan dini dan menurunkan angka kejadian pemberian minuman dengan menggunakan botol, pemberian makanan-minuman selain ASI terlalu awal. Pendekatan pengelolaan masalah yang ditemui ibu secara dini, sehingga dapat menunda proses penyapihan. Program harus dilaksanakan secara lintas sektoral, meliputi saat kehamilan, persalinan, pasca persalinan dan bayi usia 2 tahun.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ASI, air susu, kesehatan |
| Subjects: | R Medicine > RP Public Health and Nutrition R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions: | Faculty of Medicine, Public Health and Nursing > Public Health and Nutrition |
| Depositing User: | Ifan Permata Mussela |
| Date Deposited: | 03 Jul 2026 08:36 |
| Last Modified: | 03 Jul 2026 08:36 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25998 |
