Isolasi Bakteri Tanah Entomopatogenik (Bacillus spp) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Uji Patogenetisnya Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera libura) FAB

Situmorang, Jesmandt (1990) Isolasi Bakteri Tanah Entomopatogenik (Bacillus spp) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Uji Patogenetisnya Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera libura) FAB. Fakultas Biologi UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Jesmandt Situmorang_Isolasi Bakteri Tanah Entomopatogenik (Bacillus spp) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Uji Patogenetisnya Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera libura) FAB_1990.pdf] Text
Jesmandt Situmorang_Isolasi Bakteri Tanah Entomopatogenik (Bacillus spp) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Uji Patogenetisnya Terhadap Ulat Grayak (Spodoptera libura) FAB_1990.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Pemeliharaan mengenai isolasi bakteri tanah entomopatogenik (Bacillus spp) di Daerah Istimewa Yogyakarta dan uji patogenesitas terhadap ulat grayak (Spodoptera litura (Fab)) telah dilakukan mulai bulan November 1989 sampai Juni 1990.
Sampel tanah dari daerah pertanian , perkebunan, daerah aliran sungai, rawa-rawa dan tempat lain yang diperkirakan mengandung bakteri pembentuk spora di koleksi untuk kemudian di isolasi di laboratorium. Isolasi dilakukan dengan menimbang 1 gr tanah dan ditambah dengan 10 ml akuaes dan setelah diaduk dipanaskan pada suhu 65 derajat celciu selama 30 menit, dan selanjutnya supernatan diencerkan secara serial dari 10^-1 sampai 10^-7 dan masing-masing di kultur pada media NA- uji patogenesitas dilakukan degan konsentrasi 10^-4, dan untuk tiap isolat sebanyak 30 ekor larva instar ketiga. Pemeliharaan ulat grayak dengan pakan tumbuhan inang di laboratorium dapat berhasil dengan baik sehngga hewan-hewan uji dapat tersedia dan terkontrol.
Isolat yang diperoleh berjumlah 34 dari 87 sampel yang diantranya terdapat 2 isolat No. 7 GK 9dari Gunung Kidul) dan No. 3 KP (dari Kulon Progo) yang masing-masing mengakibatkan mortalitas 70% pada konsentrasi rata-rata 3,04 x10^8 spora/ml dan 46,66 pada konsentrasi rata-rata 1,22x10^8 spora/ml. Berdasarkan morfologi pengecatan gram positif dannkoloninya serta simptom penyakit yang ditimbulkan keuda isolat tersebut adalah Bacillus thuringiensis untuk mengendalikan populasi ulat grayak. Semua isolat yang ditemukan perlu di uji patogenitanya terhadap serangga hama dan vektor lain, dan juga perlu terus dilakukan pencarian bakteri entompatogenik secara intensif untuk memperoleh bakteri-bakteri yang virulen.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: bakteri, spora, ulat
Subjects: Biology
Divisions: Faculty of Biology > Master Program in Biology
Depositing User: Ifan Permata Mussela
Date Deposited: 04 Jul 2026 06:16
Last Modified: 04 Jul 2026 06:16
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/26129

Actions (login required)

View Item
View Item