Analisis Hidrograf Sungai Bawah Tanah Pada Kawasan KARS (Hydrograph Analysis for Under Ground River on Karstic Area)

Hadi, Mohammad Pramono (1999) Analisis Hidrograf Sungai Bawah Tanah Pada Kawasan KARS (Hydrograph Analysis for Under Ground River on Karstic Area). Pusat Studi Bencana Alam UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Mohammad Pramono Hadi_Analisis Hidrograf Sungai Bawah Tanah Pada Kawasan KARS (Hydrograph Analysis for Under Ground River on Karstic Area)_1999.pdf] Text
Mohammad Pramono Hadi_Analisis Hidrograf Sungai Bawah Tanah Pada Kawasan KARS (Hydrograph Analysis for Under Ground River on Karstic Area)_1999.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik hidrograf aliran sungai bawah tanah pada kawasan karst. Sebagaimana diketahui bahwa karst bukan merupakan sistem akuifer air tanah Pegunungan karat dapat meloloskan dan menyimpan air karena celah-celah yang dimilikinya. Dengan demikian potensi airtanah di daerah karst dinilai cukup besar.
Karakteristik hidrograf aliran yang terdiri dari debit puncak, waktu puncak, waktu dasar dan koefisien resesi serta volume aliran dipengaruhi oleh karakteritik hujan Konsep hidrodraf aliran yang sering digunakan untuk analisis pada DAS terbuka, akan diterapkan dan dianalogikan berlaku juga pada kawasan kars ini.
Cara penelitiannya adalah dengan merekam data hidrograf aliran secara otomatis dengan interval waktu 20 menitan pada lokasi outlet suatu sistem sungai bawah tanah Data lain yang direkam secara otomatis adalah data hujan yang terjadi pada lokasi yang diduga sebagai daerah tangkapan air (recharge). Hubungan antara karakteristik hujan dan karakteristik hidrograf aliran yang dihasilkan dianalisis dengan regresi ganda.
Hasilnya adalah terdapat hubungan yang signifikan antara debit puncak hidrograf dengan tebal hujan penyebabnya. Namun tidak demikian halnya antara variabel hujan dengan parameter-parameter hidrograf aliran lainnya seperti waktu puncak, waktu dasar, waktu hujan sampai puncak, dan koefisien resesi. Demikian juga tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara tebal hujan dengan lamanya hujan. Koefisien resesi rerata dari beberapa kejadian hujan adalah sekitar 7 liter/hari. Artinya bila sistem sungai ini menerima hujan sebesar 60 mm, yang menghasilkan dengan debit puncak sebesar 600 liter/detik, akan mengalami kekeringan setelah 3 bulan

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: hidrologi, sumber daya air, sungai
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
Q Science > QE Geology
Divisions: Supporting Units
Depositing User: Isbandini Isbandini
Date Deposited: 05 Aug 2026 02:08
Last Modified: 06 Aug 2026 00:44
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/26136

Actions (login required)

View Item
View Item