Sri harimurti, Sri and Endang S. rahayu, endang and Kurniasih, asih (2000) Pengembangan Metode Isolasi Bakteri Asam Laktat dari Saluran Pencernaan Ayam Untuk Memperoleh Isolat Kandidat Agensia Probiotik. Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)
Pengenbangan Metode Isolasi Bakteri Asam Lakat_SRI HARIMUTI.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Abstract
Didalam menejemen perunggasan, penggunaan probiotik atau lebih dikenal dengan pemberian mikrobia yang masih hidup lewat mulut, yang diberikan untuk menggantikan kedudukan antibiotik baik secara keseluruhan atau sebagian, mendapatkan perhatian yang cukup besar. Para peternak umumnya menerapkan dosis antibiotik yang tingkatannya dibawah dosis penyembuhan, sebagai usaha penanggulangan stres ayam, pemacu pertumbuhan maupun meningkatkan produksi telur, dan juga digunakan dalam upaya mencegah diare dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri patogen disepanjang usus. Penggunaan antibiotik sebagai bahan tambahan pada pakan dan air minum ayam secara rutin, menyebabkan residu antibiotik telur dan daging yang pada akhirnya menimbulkan berkembangnya mikroorganisme yang resisten terhadap obat pada manusia. Probiotik yang tersusun dari satu atau lebih mikrobia hidup memiliki pengaruh yang sangat menguntungkan terhadap inang. Dengan demikian penggunaan probiotik yang tersusun dari strain orisinil (bakteri asam laktat asli Indonesia yang diisolasi dari ayam Indonesia) akan lebih efektif karena telah beradaptasi dengan inang
Tujuan dari penelitian yang dititikberatkan pada landasan ilmiah ini adalah untuk mendapatkan metoda isolasi yang praktis untuk memperoleh bakteri asam laktat yang berasal dari saluran pencernaan unggas Metodanya yaitu dengan pengembangan cara konvensional yang telah ada, dikombinasikan dengan teknik sampling materi yang digunakan. Materi yang digunakan untuk percobaan ini saluran pencernaan ayam broiler, ayam kampung jenis Wareng dan itik lokal yang terbebas dari antibiotik. Saluran pencernaan didapatkan dari ayam broiler, ayam Wareng dan itik lokal yang disembelih pada 0 jam, 5 dan 10 jam sesudah ayam tersebut makan. Masing-masing komponen dari saluran pencernaan yakni crop, gizzard, intestin, caeca, digesta dan colon yang digunakan untuk sampel dipotong menjadi irisan irisan kecil, masing-masing diinokulasikan kedalam media GYP cair (pf1 4, 5.5 dan 6,8) yang sudah disteriikan. Sampel ini selanjutnya diinkubasikan pada 2 kondisi yang berbeda yaitu aerob dan anaerob pada suhu 37°C selama 24-48 jam. Isolasi dimulai dari perbanyakan bakteri dalam media GYP cair yang diteruskan dengan metoda goresan pada media GYP agar yang sudah ditambah CaCO, Diteksi bakteri asam laktat (BAL) ditandai dengan munculnya koloni yang berzona jernih disekelilingnya, setelah inkubasi pada suhu 37°C selama 48 jam
Identifikasi Bal didasarkan pada morfologi, uji pengecatan Gram, uji katalase, uji produksi gas dan uji pengaruh suhu dan pil terhadap pertumbuhan BAL tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbanyakan bakteri terjadi pada kedua kondisi inkubasi, baik yang aerob maupun anaerob, Dihasilkannya sebanyak 4, 14 dan 5 isolat BAL yang sudah diidentifikasi berturut-turut adalah berasal dari inokulum yang diperoleh dari pengambilan saluran pencernaan dalam kondisi 0, 5 dan 10 jam sesudah unggas tersebut makan. Morfologi dari 23 isolat BAL yang diperoleh terdiri dari 14 isolat bentuk batang yaitu THC, THU 1, THU 2; IHT I; IHT 2; WHT 1, WHT 2; WHT 3, WHT 4; WHT 5, WHO, WHU 1; WHU 2 and WHU 3, dan 9 isolat BAL membentuk tetrad yaitu WHD 1, WHD 2, WHD 3, WHD 4, WHD 5, BHC 1; BHC 2; BHC 3 and BHC 4. Dari cara isolat BAL tersebut memproduksi gas, maka dari 23 isolat BAL ini, ada 12 isolat yang tergolong homofermentatif adalah WHD 1; WHD 2; WHD 3; WHD 4; WHD 5, WHTI; WHT 2,BHC 1; BHC 2; BHC 3 and BHC 4, IHC, serta 11 isolat BAL termasuk katagori heterofermentatif yaitu WHU 1; WHU 2; WHU 3; WHT 3; WHT 4; WHT 5, WHO; IHU 1; IHU 2; IHT 1 dan IHT 2. Atas dasar suhu pertumbuhan optimum dari isolat BAL tersebut, maka dari seluruh isolat yang diperoleh dapat dikelompokkan kedalam grup mesofilik kecuali satu isolat yakni IHC, tergolong BAL homofermentatif, diisolasi dari caeca itik lokal yang pertumbuhan optimumnya pada kisaran suhu 10°C-45°C. Semua isolat BAL yang diperoleh melalui penelitian ini memiliki habitat keasaman pada kisaran pH 3,5- pH9.
Melalui hasil penelitian ini direkomendasikan bahwa untuk memperoleh isolat BAL dari saluran pencernaan dalam jumlah relatif banyak, maka sampel dipersiapkan dari unggas yang disembelih Sjam sesudah makan, menggunakan media GYP cair (pH 4- pH 6,8) dan diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24-48 jam dalam kondisi aerob.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bakteri, probiotik, unggas |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Breeding and Reproduction |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 07:15 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 07:15 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/26187 |
