Triyatmo, Bambang (2009) Evaluasi Pemanfaatan dan Kesesuaian Potensial Lahan Pesisir Antara Kali Bogowonto dan Kali Jali untuk Pengembangan Budidaya Perikanan Tambak. Sekolah Pascasarjana, Yogyakarta. (Unpublished)
Ir. Bambang Triyatmo, M.P_Evaluasi Pemanfaatan dan Kesesuaian Potensial Lahan Pesisir Antara Kali Bogowonto dan Kali Jali untuk Pengembangan Budidaya Perikanan Tambak_2009.pdf - Updated Version
Restricted to Repository staff only
Download (8MB) | Request a copy
Abstract
Penelitian telah dilakukan pada lahan pesisir antara Sungai (Kali) Bogowonto dan Sungai (Kali) Jali/Cokroyasan selama setahun (bulan Agustus 2008 s/d Juli 2009). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pemanfaatan dan kesesuaian potensial lahan pesisir daerah penelitian dalam upaya untuk pengembangan budidaya perikanan tambak. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan, wawancara petambak dan pengamatan laboratorium. Evaluasi pemanfaatan dan penentuan kesesuaian potensial lahan pesisir dilakukan terhadap keadaan kualitas tanah dan air. Survei dan pengamatan air pada periode waktu tersebut dilakukan pada bulan purnama dan kuarter 2. Fluktuasi, salinitas dan pH air diamati tiap jam dari jam 06.00 s/d 18.00. Pola pemanfatan dan kesesuaian potensial lahan untuk budidaya perikanan tambak diolah dan disampaikan secara spasial dan temporal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan pesisir antara muara Sungai (Kali) Bogowonto dan Sungai (Kali) Jali/Cokroyasan mempunyai :
1. Karaktristik lingkungan:
a. Bentuklahan gumuk pasir, swale, beting gisik dan dataran aluvial.
b. Pada lahan gumuk pasir dan beting gisik mempunyai nilai kelerengan 2-8%, tekstur tanah pasiran, dan pH 6,6-7,4 (agak asam-agak alkalin) dengan nilai rata-rata 7,2.
c. Pada lahan swale dan dataran aluvial mempunyai nilai kelerengan 0-2%, tekstur tanah lempungan, dan pH 5,7-7,0 (asam-netral) dengan nilai rata-rata 6,6.
d. Perairan Sungai (Kali) Pasir-Jati mempunyai fluktuasi air 0-155 cm (rata- rata 36 cm) pada bulan purnama dan 0-106 cm (rata-rata 24 cm) pada bulan kuarter 2. Salinitas air 0-2800 (rata-rata 8,200) pada bulan purnama dan 0-2700 (rata-rata 6,600) pada bulan kuarter 2. Derajat keasaman (pH) air 6,2-8,5 (rata-rata 7,5) pada bulan purnama dan 6,3- 8,3 (rata-rata 7,4) pada bulan kuarter 2.
e. Air laut mempunyai fluktuasi air 150-210 cm (rata-rata 178 cm) pada bulan purnama dan 120-180 cm (rata-rata 150 cm) pada bulan kuarter 2. Salinitas air 32-3600 (rata-rata 3400) pada bulan purnama dan 31-37 100 (rata-rata 3400) pada bulan kuarter 2. Derajat keasaman (pH) air 7,0-8,4 (rata-rata 7,6) pada bulan purnama dan 7,1-8,1 (rata-rata 7,5) pada bulan kuarter 2.
2. Pemanfaatan (penggunaan) lahan :
a. Pada lahan gumuk pasir dan beting gisik umumnya untuk budidaya tanaman (jagung, lombok, kacang tanah), masih berupa semak/kosong (padang pasir), dan sebagian kecil untuk tambak.
b. Pada lahan swale dan dataran aluvial umumnya untuk budidaya tanaman (padi, jagung, lombok, kacang tanah), budidaya perikanan tambak (udang vaname/windu, bandeng, nila), dan sebagian kecil berupa rawa (mangrove) atau kosong (padang rumput).
c. Sumber air untuk budidaya perikanan tambak umumnya dari air Sungai (Kali) Pasir-Jati, dan sebagian kecil dari air sumur (bor).
d. Sumber air untuk budidaya tanaman umumnya dari air hujan (tadah hujan), sebagian air sumur (bor), mata air dan air sungai.
3. Produktivitas lahan untuk budidaya tambak dan non tambak:
a. Produktivitas budidaya tambak udang vaname secara intensif dapat mencapai 21 ton/ha/panen atau 42 ton/ha/ tahun.
b Produktivitas budidaya tambak udang secara sederhana (ekstensif) mencapai sekitar 1,23-1,75 ton/ha/panen.
c. Produktivitas komoditas campuran dalam satu tambak (udang, bandeng, nila) sebesar 1,5 ton/ha/panen, masing-masing komoditas sekitar 0,5 ton/ha/panen.
d. Produktivitas padi sawah pada lahan dataran aluvial mencapai sekitar 3- 15 ton/ha/panen (rata-rata 7,15 ton/ha/panen).
e. Produktivitas jagung pada lahan gumuk pasir mencapai sekitar 1,8-9,8 ton/ha/panen (rata-rata 5,8 ton/ha/panen).
4. Kesesuaian potensial lahan pesisir daerah penelitian untuk budidaya perikanan tambak umumnya termasuk dalam kelas S3 (agak sesuai) sekitar 84% dan S2 (sesuai) sekitar 16 %. Pembatas utama dari tingkat kesesuaian tersebut adalah sifat tanah tekstur pasiran (gumuk pasir), fluktuasi air yang rendah dan salinitas air yang rendah.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | perikanan, tambak, pesisir |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences |
| Divisions: | Center of Study > Center of Enviromental Studies |
| Depositing User: | Athifah Dihyan Calysta |
| Date Deposited: | 27 Jun 2026 06:58 |
| Last Modified: | 27 Jun 2026 06:58 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27293 |
