Perubahan Berat Badan, Berat Otot, Berat dan Struktur Glandula Tiroedea Kelinci Lokal Karena Pengaruh Penyuntian Intramuskuler Ekstrak Glandula Hipofise Sapi

Sunaryo, Sumiati (1985) Perubahan Berat Badan, Berat Otot, Berat dan Struktur Glandula Tiroedea Kelinci Lokal Karena Pengaruh Penyuntian Intramuskuler Ekstrak Glandula Hipofise Sapi. Fakultas Kedokteran Hewan, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Sumiati Sunaryyo_Perubahan Berat Badan, Berat Otot, Berat dan Struktur Glandula Tiroedea Kelinci Lokal Karena Pengaruh Penyuntian Intramuskuler Ekstrak Glandula Hipofise Sapi_1985.pdf] Text
Sumiati Sunaryyo_Perubahan Berat Badan, Berat Otot, Berat dan Struktur Glandula Tiroedea Kelinci Lokal Karena Pengaruh Penyuntian Intramuskuler Ekstrak Glandula Hipofise Sapi_1985.pdf - Updated Version

Download (3MB)

Abstract

Pada saat ini usaha kensikan produksi prengan selalu berpacu dengan bertambahnya penduduk. Dalos prouen ini tampaknya kenaikan produksi pengan, terutama yang mengen- dung protein tinggi akan semakin jauh tertinggal. Di In- donesia berbagai usaha peternakan dijalankan untuk meng- atasi terus menurunnya ternak anpi sebagai sumberutm protein hewani, antara lain dengan menternakkan burung puyuh, belut, kelinci dan lain-lain. Berbagai usaha te- lah dijalankan untuk mempertinggi produksi kelinci, an tara lain dengan menyilangkannya dengan bibit unggul, kastrasi dan sebagainya.

Dengan menggunakan 20 ekor kelinci, 10 ekor untuk perlakuan, 10 ekor yang lain untuk kontrol, dicoba untuk memacu pertumbuhan kelinci lokal lepas sapih dengan eks- trak kelenjar hipofise sapi seger. Ekstrak kelenjar hi- pofise sapi berasal dari supernatan kelenjar hipofise yang dihancurkan dengen 20ml akunbides den disentrifuse dengan kecepatan 3000rpm selama 10 menit. Kelinci perla- kuan mendapat suntikan ekstrak sebanyak 0,5ml/ekor/3hari selama 2 bulan, sedang kelinci kontrol mendapat suntikan akuabides. Pada akhir percobaan dilihat kenaikan berat badan, berat otot skelet karkas dan struktur kelenjar tiroid sebagai salah satu endokrin terget dari hormon kelenjar hipofise.

Deri hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa. kelinci perlakuan menunjukkan kenaikan berat badan lebih besar daripada kelinci kontrol (P/ 0,05), berat otot ke- linci perlakuan lebih tinggi dari kelinci kontrol (P0,20). Struktur kelenjar tiroid kelinci perlakuan menunjukkan gambaran aktivitas sekresi yang lebih kecil, mungkin sebagai respons terhadap beredarnya T3 dan T4 yong meninggi.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: perubahan berat badan, berat otot, berat, transformasi, dan struk
Subjects: Q Science > QL Zoology
Divisions: Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Breeding and Reproduction
Depositing User: Athifah Dihyan Calysta
Date Deposited: 27 Jun 2026 07:40
Last Modified: 27 Jun 2026 07:40
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27323

Actions (login required)

View Item
View Item