Evaluasi Komposisi Kimia dan Degradasi In Sacco Jerami Jagung (Sweet Corn) Dengan Tipe Pupuk Berbeda

Widyobroto, Budi Prasetyo and Bachrudin, Zaenal and Dono, Nanung Danar (2000) Evaluasi Komposisi Kimia dan Degradasi In Sacco Jerami Jagung (Sweet Corn) Dengan Tipe Pupuk Berbeda. Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Budi Prasetyo, et.al_Evaluasi Komposisi Kimia dan Degradasi In Sacco Jerami Jagung (Sweet Corn) Dengan Tipe Pupuk Berbeda_2000.pdf] Text
Budi Prasetyo, et.al_Evaluasi Komposisi Kimia dan Degradasi In Sacco Jerami Jagung (Sweet Corn) Dengan Tipe Pupuk Berbeda_2000.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Peningkatan populasi ternak ruminansia di Indonesia kurang diikuti penyediaan hijauan pakan dengan keterbatasan lahan pertanian terutama di Jawa. Salah satu alternatif pemecahannya adalah memanfaatkan limbah tanaman pangan yang berkualitas. Budidaya jagung manis (sweet corn) selain menghasilkan jagung muda sebagai tanaman sayuran juga limbah berupa jerami sangat potensial untuk pakan ternak. Usaha peningkatan produksi jagung dan hijauannya dilakukan dengan pemupukan baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pemupukan nitrogen (N) sangat berpengaruh pada produksi biji dan hijauan tetapi juga mempengaruhi struktur morfologi dan komposisi. Kenaikan aras pemupukan N dapat meningkatkan produksi biomas per hektar secara nyata. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jerami jagung mempunyai palatabilitas dan nilai nutrisi yang cukup baik (Bo Gohl, 1975; Budhi et al., 1999; Widyobroto et al., 1997). Berdasarkan latar belakang diatas maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui produksi hijauan jagung dan bagian-bagiannya (sweet corn) setelah diambil hasil utamanya dan komposisi kimia dan kecernaan in sacco hijauan jagung dan bagian-bagiannya setelah diambil hasil utamanya. Penelitian dilaksanakan Kebun Pendidikan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (KP4) Universitas Gadjah Mada, Berbah Sleman, Yogyakarta dan Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Hasil sisa jerami jagung manis yang dipupuk Urea dan campuran pupuk Urea + pupuk organik, masing-masing diubin 3 tempat dan ditimbang total produksi hijauan jagung. Masing-masing kotak ubinan dipisahkan antara batang daun, kemudian ditimbang untuk mengetahui produksinya. Masing-masing diambil sampel, dikeringkan pada suhu 60° C sampai beratnya konstan dan digiling dengan hammer mill menggunakan ayakan 2 mm untuk analisis BK, BO, PK, EE, SK dan ETN serta kecernaan BK dan BO (AOAC, 1986) dan degradasi BK dan BO dalam rumen (Widyobroto, 1996). Degradasi BK dan BO dalam rumen diestimaskan berdasarkan hasil kinetik nitrogen yang hilang setelah inkubasi 2, 4, 8, 16, 24, 48 jam dengan model Orskov dan McDonald (1979). Komposisi kimia, degradasi bahan kering dan bahan organik dianalisis variansi menggunakan program SAS (1987), dan bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji DMRT (maria Astuti (1980).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi batang lebih tinggi dibanding produksi daun. Proporsi batang pada jagung manis yang dipupuk dengan urea + organik sebesar 54,92 % dan yang dipupuk dengan urea sebesar 57,87 %. Proporsi daun pada hijauan jagung yang diberi pupuk urea + organik lebih tinggi dibanding pupuk urea (45,03 Vs 42,13 %). Produksi total jerami jagung manis lebih tinggi dengan pupuk urea + organik dibanding urea (1.336,81 vs 1.092,98 Kg/Ha/th). Kenaikan ketersedian unsur hara dalam hal ini N, memberikan kemungkinan pertumbuhan daun lebih baik dan kemampuan daun untuk menangkap sinar matahari untuk fotosintesis lebih baik. Peningkatan produksi hijauan disebabkan oleh kecepatan perkembangan daun dan jumlah anakan yang lebih banyak, sehingga aktivitas fotosintesis lebih intensif. Kandungan PK dan EE lebih tinggi pada batang jerami jagung yang mendapat pupuk urea + organik dibanding pupuk urea (6,69; 5,89 Vs 5,66; 4,73 %). Demikian juga kandungan ETN lebih tinggi pada batang hijauan jagung yang dipupuk dengan urea + organik dibanding urea. Sebaliknya kandungan SK lebih tinggi pada pupuk urea dibanding pupuk urea + organik. Kandungan PK dan EE lebih tinggi pada batang jerami jagung yang mendapat pupuk urea + organik dibanding pupuk urea (11,71; 3,89 Vs 9,81; 1,72). Kandungan SK relatif tidak berbeda antara pada pupuk urea dibanding pupuk urea + organik. Kandungan protein, ETN lebih tinggi di daun dibanding bagian batang dan sebaliknya kandungan serat kasar dan lemak lebih tinggi pada batang dibanding daun. Kandungan PK lebih tinggi pada batang jerami jagung yang mendapat pupuk urea + organik dibanding pupuk urea (8,95 Vs 7,41 %). Sebaliknya kandungan serat kasar lebih tinggi jerami jagung yang dipupuk dengan urea dibanding urea + organik (34,84 Vs 30,20 %). Kandungan protein jerami jagung manis baik yang dipupuk dengan urea atau urea + organik lebih tinggi dibanding jerami jagung konvensional (3-5 point). Perbedaan diatas disebabkan perbedaan umur pemotongan yang lebih muda pada jerami jagung manis. Berdasarkan perhitungan degradasi dengan model eksponensial Orskov dan MCDonald (1987), maka didapat fraksi soluble, fraksi potensial terdegradasi dan degradasi efektif dari bahan organik lebih tinggi pada jerami jagung manis dibanding jerami jagung konvensional (masing-masing 30,53; 56,70; 39,43 vs 26,99; 49,38 dan 33,90 %).

Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa 1). proporsi batang jerami jagung manis lebih tinggi dibanding daun, kandungan protein kasar lebih tinggi pada daun dibanding batang dan kandungan serat kasar serta lemak lebih tinggi pada batang dibanding daun. 2). pupuk urea + organik memberikan produksi hijauan jerami jagung, kandungan protein dan degradasi bahan organik lebih tinggi dibanding pupuk urea. 3). Jerami jagung manis mempunyai komposisi kimia dan degradasi bahan organik dalam rumen lebih baik dibanding jerami jagung konvensional.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: komposisi kimia, jerami jagung, pupuk
Subjects: Q Science > QL Zoology
Divisions: Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Products Technology
Depositing User: Athifah Dihyan Calysta
Date Deposited: 02 Jul 2026 08:00
Last Modified: 02 Jul 2026 08:00
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27430

Actions (login required)

View Item
View Item