Pengaruh Bangsa, Stimulasi Listrik, dan Pelayuan terhadap Kualitas Daging Sapi

Triatmojo, Suharjono and Sumadi, Sumadi (1993) Pengaruh Bangsa, Stimulasi Listrik, dan Pelayuan terhadap Kualitas Daging Sapi. Fakultas Peternakan, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Suharjono Triatmojo, et.al_Pengaruh Bangsa, Stimulasi Listrik, dan Pelayuan terhadap Kualitas Daging Sapi_1993.pdf] Text
Suharjono Triatmojo, et.al_Pengaruh Bangsa, Stimulasi Listrik, dan Pelayuan terhadap Kualitas Daging Sapi_1993.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dikerjakan sebagai upaya peningkatan kualitas fisik daging sapi Brahman cross (BX) dan sapi peranakan Friesian Holstein (PFH) dengan cara stimulasi listrik dan pelayuan. Sebagai materi penelitian digunakan 18 ekor sapi BX dan 18 ekor sapi PFH hasil penggemukan PT Kariyana Gita Utama, Cicurug, Sukabumi. Pemotongan dilakukan di PT Sampico Adhi Abattior, Tambun, Bekasi. Perlakuan lama pelayuan ada 3 yaitu 24, 48, dan 72 jam, sedangkan stimulasi listrik ada 2 yaitu tegangan rendah (45V) dan tegangan tinggi (380V). Parameter yang diamati meliputi warna, PH, susut masak, keempukan, daya ikat air, protein, lemak, dan abu.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kualitas daging sapi BX dan PFH (P<0.05). Daging sapi BX pada otot Longissimus dorasi (LD) lebih empuk, warna daging lebih cerah, dan PHnya lebih rendah dibanding sapi PFH. Otot semitendinosus (ST) daging sapi PFH lebih empuk (P<0,05) dibanding otot LD. Kualitas fisik daging yang distimulasi listrik tegangan rendah sama dengan tegangan tinggi. Kualitas daging yang dilayukan selama 24, 48, dan 72 jam tidak berbeda (P<0,05).

Kesimpulan dari Penelitian ini ialah stimulasi listrik tegangan rendah dapat digunakan untuk menggantikan tegangan tinggi dengan hasil kualitas daging yang tidak berbeda baik pada sapi BX maupun PFH. Kualitas daging otot ST sapi PH paling baik kualitasnya bila distimulasi listrik tegangan 45V. Daging sapi BX yang dilayukan pada suhu 6-7 derajat celcius selama 24-72 jam cenderung meningkat kualitasnya sedangkan pada sapi PFH tidak konsisten.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: stimulasi listrik, pelayuan, kualitas daging, sapi BX dan PFH
Subjects: Q Science > QL Zoology
Veterinary Medicine
Divisions: Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Production
Depositing User: Athifah Dihyan Calysta
Date Deposited: 02 Jul 2026 08:04
Last Modified: 02 Jul 2026 08:04
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27456

Actions (login required)

View Item
View Item