Analisis Biaya, Volume, dan Harga sebagai alat perencanaan Laba bagi pengusaha tahu di Daerah Istimewa Yogyakarta

Sufitri, Sufitri and Suwardi, P.H. and Sumirah, Sumirah (1996) Analisis Biaya, Volume, dan Harga sebagai alat perencanaan Laba bagi pengusaha tahu di Daerah Istimewa Yogyakarta. Fakultas Ekonomi UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Analisis Biaya, Volume, Harga Sebagai Alat Perencanaan Laba Bagi Pengusaha Tahu_Sufitri_Suwardi, Sumirah_1996.pdf] Text
Analisis Biaya, Volume, Harga Sebagai Alat Perencanaan Laba Bagi Pengusaha Tahu_Sufitri_Suwardi, Sumirah_1996.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

Sebagian besar pengusaha tahu di Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk kelompok pengusaha kecil (kapasitas produksi per hari kurang dari 30 kg kedelai). Pengusaha yang berskala kecil memperoleh tingkat laba yang kecil dan bahkan rugi sementara pengusaha tahu besar senantiasa menambah kapasitas produksi dan bahkan menambah jenis usaha. Salah satu faktor yang menyebabkan keberhasilan usaha adalah adanya perencanaan usaha yang efektif. Analisis break even atau analisis biaya, kuantitas, biaya dapat dipergunakan sebagai dasar untuk mengetahui berbagai keadaan produksi/penjualan dengan berbagai tingkat laba. Hasil dari analisis ini dapat dipergunakan sebagai dasar untuk menyusun rencana usaha.
​Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui titik break even (break even point) pengusaha tahu, laba per unit, contribution margin dan batas penurunan penjualan (margin of safety) yang diperbolehkan supaya perusahaan tidak rugi. Selain itu juga bisa untuk merencanakan tingkat laba tertentu, mengetahui pengaruh adanya perubahan harga, kuantitas terhadap laba atau rugi dan pada saat tingkat produksi berapa pengusaha harus menutup usahanya.
​Metode penelitian dengan menggunakan stratifikasi random sampel yaitu dengan membuat stratifikasi ke dalam kecil dan besar. Tujuh puluh tiga persen pengusaha tahu memproduksi tahu per hari di atas break even point dan sisanya (27%) berada di bawah break even point. Biaya tetap perunit dan biaya variabel per unit pengusaha kelompok besar lebih besar dari kelompok kecil. Margin of safety pengusaha tahu besar lebih besar (61%) jika dibandingkan dengan pengusaha kecil (27%). Tingkat laba pengusaha tahu terendah 0,008 dan tertinggi 43%. Contribution margin pengusaha tahu kelompok besar lebih besar (61%) dari pengusaha kelompok kecil (30%). Tingkat penutupan usaha terendah sebesar 120 unit dan terbesar adalah pengusaha dengan kapasitas produksi per hari 523 unit. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara laba per unit pengusaha kelompok besar dengan kelompok kecil.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: Analisis Biaya, Perencanaan Laba, Pengusaha Tahu
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HF Commerce
Depositing User: Dwi Rahayu
Date Deposited: 08 Jul 2026 07:41
Last Modified: 08 Jul 2026 07:41
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27893

Actions (login required)

View Item
View Item