Lomba Kreativitas Olahan Makanan Berbahan Dasar Porang bagi Ibu-Ibu PKK di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo

Hudayana, Bambang and Triratnawati, Atik and Fauzanafi, Muhammad Zamzam and Yuniati, Eka and Fakhrani, Ferdy Azmal (2024) Lomba Kreativitas Olahan Makanan Berbahan Dasar Porang bagi Ibu-Ibu PKK di Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo. Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 7 (2). pp. 175-186. ISSN 2655-9846

[thumbnail of 11586-Article Text-78729-1-10-20241114.pdf] Text
11586-Article Text-78729-1-10-20241114.pdf - Published Version
Restricted to Registered users only

Download (922kB) | Request a copy

Abstract

Kreativitas masyarakat dalam mengolah berbagai jenis makanan berbahan dasar porang sangat diperlukan. Porang merupakan komoditas lokal Indonesia yang memiliki potensi sangat besar untuk diekspor dan laku di pasar internasional. Umbi porang menjadi bahan baku untuk membuat beras shirataki yang harga jualnya sangat tinggi. Agar dapat mencapai tujuan tersebut, diperlukan pelatihan untuk membuat olahan makanan dari porang. Program pengabdian kepada masyarakat kali ini berfokus pada pendampingan pelatihan dalam olahan makanan yang berbahan dasar porang. Untuk melihat seberapa besar pemahaman masyarakat setelah mendapatkan pelatihan, maka diadakan lomba memasak makanan olahan berbahan dasar porang pada hari ketiga untuk memotivasi warga agar mampu membuat inovasi baru terkait dengan resep makanan porang yang dikembangkannya. Lokasi yang menjadi sasaran program pengabdian kepada masyarakat ini berada di Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo dengan menyasar ibu-ibu PKK yang ada di empat dusun meliputi Jurugan, Selodono, Krajan, dan Dungus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditutup dengan focus grup discussion (FGD) untuk mendengarkan aspirasi ibu-ibu PKK dan melihat masa depan porang di wilayah tersebut. Seperti yang terjadi di beberapa wilayah lainnya, kendala masyarakat dalam mengolah porang adalah terkait dengan rumitnya olahan porang. Ditambah lagi, rasa gatal yang ditimbulkan jika memegang umbi porang membuat masyarakat masih sedikit takut dan ragu-ragu untuk mengolahnya. Namun, bagi masyarakat setempat, setelah mencoba secara langsung memasak olahan porang melalui lomba, mereka memiliki pandangan baru akan masa depan olahan porang sebagai oleh-oleh lokal khas Ponorogo selain usaha yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga dan UMKM.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Desa Karangpatihan; PKK; olahan makanan; porang; pengabdian masyarakat
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GN Anthropology
Divisions: Faculty of Cultural Sciences > Archeology Department
Depositing User: Mardi Pramono
Date Deposited: 03 Sep 2026 04:43
Last Modified: 03 Sep 2026 04:43
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/29573

Actions (login required)

View Item
View Item