MATRILINEALITAS DALAM MASYARAKAT PATERNALISTIK JEPANG

Sartini, Sartini and Sutrisno, Slamet (2001) MATRILINEALITAS DALAM MASYARAKAT PATERNALISTIK JEPANG. Fakultas Filsafat, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of pdf] Other (pdf)
Sartini_Slamet Sutrisno_Matrinialitas dalam Masyarakat Paternalistik Jepang_2001.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Hubungan antar manusia yang semakin terbuka menuntut saling pengertian di antara pihak-pihak terkait, termasuk di dalamnya tahu dan menyadari latar belakang budaya pihak lain. Jepang termasuk bangsa yang banyak berhubungan dengan kelompok bangsa lain dan Jepang memiliki kekhasan latar belakang budaya. Latar belakang yang khas ini memunculkan karakter budaya Jepang yang dewasa ini pun masih dianggap unik dan bahkan kontradiktif dengan budaya populer yang berkembang. Satu hal yang menonjol adalah adanya pandangan masyarakat Jepang yang secara umum membuat diskriminasi berjalan secara keras terhadap wanita serta perilaku yang sering dianggap banyak pemegang melecehkan wanita. Secara khusus masalah yang akan dicari pemecahannya dalam penelitian ini adalah: bagaimana pandangan masyarakat Jepang terhadap kedudukan dan peran wanita; bagaimana fenomena pelecehan seksual di Jepang dan yang dilakukan pria Jepang; dan bagaimana pemikiran reflektif dalam menanggapi fenomena budaya tersebut.

Tujuan penelitian adalah untuk menguraikan dan menerangkan latar belakang budaya khususnya cara pandangan masyarakat terhadap wanita yang cenderung mengarahkan pada merendahkan wanita, memampangkan perilaku melecehkan wanita tersebut, selanjutnya menganalisis secara reflektif fenomena tersebut sebagai kenyataan budaya.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Sebagai objek material adalah buku-buku mengenai kondisi sosial budaya Jepang, khususnya yang bersangkutan dengan kehidupan wanita Jepang dan yang menyangkut masalah kewanitaan. Penelitian ini tidak menggunakan alat khusus, hanya digunakan kartu-kartu dan kertas lepas sebagai pencatatan data supaya memudahkan proses penelitian. Prosedur yang akan dilaksanakan dimulai dengan mengadakan pembacaan objek tersebut secara teliti, kemudian akan dicatat hal-hal yang menyangkut sumber pandangan mengenai wanita di Jepang. Di samping itu juga akan dicatat hal-hal yang terkait dengan perlakuan-perlakuan pria Jepang terhadap wanita Jepang atau wanita pada umumnya. Setelah itu data akan diklasifikasikan pada kategori aspek peran dan fungsi wanita untuk memudahkan penganalisaan. Setelah diklasifikasikan akan dilihat perubahan akibat perkembangan Jepang. Kemudian akan dibuat semacam pemikiran reflektif yang terkait dengan pemahaman terhadap budaya suatu bangsa terlebih budaya masyarakat yang mengglobal sekarang ini. Analisis akan dilakukan dengan metode hermeneutik (Anton Bakker dan A. Charris Zubair, 1994; 74–76) dengan langkah-langkah sebagai berikut. Deskripsi yaitu memaparkan data dengan sejelas-jelasnya, mengkategorikan, dan mengklasifikasikan ke dalam aspek-aspek peran dan fungsi wanita yang digunakan sebagai sandaran. Interpretasi, yaitu usaha untuk menangkap makna dari data yang mungkin merupakan kejadian di masyarakat atau dalam suatu peristiwa. Akhirnya, refleksi yaitu membuat suatu analisa mengenai data dan kemudian membuat suatu konsep baru berdasarkan kajian atas data yang diperoleh dan dianalisis tersebut.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, wanita Jepang sejak dahulu berperan besar di masyarakat terutama dalam perkawinan dalam perannya sebagai ibu (penerus keturunan) dan sebagai istri terutama dalam kepengurusan domestik seperti pendidikan. Peran tradisional ini berubah sejalan dengan perkembangan jaman. Pergeseran terjadi dari konsep matriarkhal pada jaman dahulu, kemudian pandangan patriarkhal pada masa terutama setelah masuknya pandangan Konfusianisme, dan kembali pada menguatnya peran matriarkhal di sisi lain dari masyarakat yang didominasi laki-laki. Dominasi pandangan (ideologi) patriarkhal ditengarai dengan kuatnya peran kaum pria dalam kehidupan sosial dan kerja ditambah dengan munculnya budaya lain yang berorientasi seksual yang mengarahkan pada banyaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh pria Jepang. Kekuatan wanita (maternalitas) muncul sebagai kekuatan lain. Kekuatan ini menguasai wilayah individu sehingga secara individual pula wanita Jepang menikmati kekuatannya. Kuatnya ideologi patriarkhal, sikap permisif wanita dan masyarakat umumnya terhadap tindakan kaum pria, di samping tindakan wanita dalam memanfaatkan kedudukannya yang lemah ini, menunjukkan bahwa hubungan konsep dominasi laki-laki dan dominasi wanita pada masyarakat Jepang ini khas. Wanita Jepang menikmati kedudukan inferiornya dengan menikmati kekuatan lain yang menguasai basis-basis individual para pria mereka.

Sebagai saran, penelitian ini akan lebih baik kalau dilakukan atau diteruskan dengan model penelitian di lapangan dengan melihat masyarakat secara langsung. Dengan penelitian pustaka, keyakinan hanya didapat dengan mempercayai pendapat pada pelapor, bacaan terhadap tulisan beberapa peristiwa atau sinyalemen para ahli tanpa melihat realitas dengan senyatanya.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: matrilinalitas, paternalistik, jepang, manusia
Subjects: A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities
A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities
A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities > Philosophy. Theory
A General Works > AZ History of Scholarship The Humanities > Philosophy. Theory
B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
Divisions: Faculty of Philosophy
Depositing User: Aulia Rahmawati Cahya Kinasih
Date Deposited: 29 Sep 2025 04:49
Last Modified: 29 Sep 2025 04:49
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/19000

Actions (login required)

View Item
View Item