Ekasiswanto, Rudi (2025) KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM CERPEN “PENGUBURAN KEMBALI SITARESMI”,“JEMARI KIRI”, DAN “LETEH”: KAJIAN INTERSEKSIONALITAS. Paradigma: Jurnal Kajian Budaya, 15 (2): 10. pp. 359-379. ISSN p: 2087-6017; e: 2503-0868
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Penelitian ini membahas tipologi kekerasan dalam cerpen “Penguburan Kembali Sitaresmi”, “Jemari Nayla”, dan “Leteh” dengan konsep Johan Galtung. Analisis ini juga dilakukan secara interseksional untuk mengungkapkan kategori sosial yang memungkinkan kekerasan terjadi dan komparasi kekerasan di antara ketiga cerpen. Penelitian ini mendapatkan beberapa temuan sebagai berikut. Pertama, dalam cerpen pertama terjadi kekerasan langsung (pembunuhan) dan kekerasan struktural (marginalisasi). Dalam cerpen kedua, terjadi kekerasan langsung (berupa pelecehan seksual) dan kekerasan struktural (marginalisasi). Dalam cerpen ketiga berlangsung kekerasan struktural (stigmatisasi). Kedua, ketiga cerpen sama-sama menarasikan kekerasan terhadap perempuan, tetapi juga memiliki sejumlah pola yang berbeda. Persamaan ataupun perbedaan didasarkan pada kriteria korban, pelaku, bentuk, dan penyebab kekerasan seperti yang tampak pada Tabel 2. Ketiga, penelitian ini mendapati bahwa cerpen-cerpen ini muncul pada masa ketika pelanggaran hak asasi terhadap perempuan pada masa lalu belum juga selesai dan negara tidak pernah bertanggung jawab, sedangkan pada masa yang sama, kekerasan pada perempuan makin meluas.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gender, intersectionality, intersectional violence, women |
| Subjects: | H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman P Language and Literature > PN Literature (General) |
| Divisions: | Faculty of Cultural Sciences > Indonesian Literature Department |
| Depositing User: | Mardi Pramono |
| Date Deposited: | 10 Sep 2025 03:36 |
| Last Modified: | 10 Sep 2025 03:36 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/20295 |
