Tinggalan Arkeologi Kalumpang untuk Edukasi dan Peluang Pengembangan Seni Kriya

Anggraeni, Anggraeni and Sektiadi, Sektiadi (2023) Tinggalan Arkeologi Kalumpang untuk Edukasi dan Peluang Pengembangan Seni Kriya. Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 6 (1). pp. 69-82. ISSN 2655-9846

[thumbnail of document-2.pdf] Text
document-2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Kalumpang merupakan salah satu wilayah penting dalam kajian arkeologi terkait adanya temuan sisa permukiman Neolitik dan Masa Logam Awal yang dapat memberikan sumbangan
pengetahuan tentang sejarah penghunian Kepulauan Indonesia oleh penutur bahasa Melayu Polinesia (rumpun bahasa Austronesia). Salah satu temuan penting dari tiga situs Prasejarah di wilayah Kalumpang ialah Situs Minanga Sipakko, Kamassi, dan Palemba, yaitu fragmen tembikar dengan berbagai ragam hias. Di wilayah tersebut, tembikar masih diproduksi, tetapi hanya bila ada pemesan. Hal ini berbanding terbalik dengan produksi tenun yang cenderung meningkat secara signifikan. Mengingat tembikar sejak Masa Prasejarah menjadi barang penting dalam kehidupan sehari-hari dan ritual serta masih ada pembuatnya, warisan budaya ini perlu
dilestarikan. Sejauh ini, belum ada pihak yang peduli dan berminat untuk mencari strategi agar produksi tembikar kembali meningkat dan diminati masyarakat luas. Oleh karena itu, Tim Penelitian-Pengabdian kepada Masyarakat Arkeologi UGM melakukan identifikasi terhadap: (1) jenis tembikar yang masih diproduksi oleh perajin di wilayah Kalumpang; (2) elemen motif hias tembikar Masa Neolitik-Logam Awal yang dapat diterapkan pada tembikar yang masih diproduksi; (3) bentuk produk baru terkait dengan produksi tembikar Kalumpang. Hasil identifikasi tersebut selanjutnya dituangkan dalam modul pengembangan desain motif
tembikar. Modul tersebut dapat dipakai oleh berbagi pihak sebagai acuan awal untuk melakukan pengembangan produk tembikar. Agen perubahan, seperti guru dan anggota Karangtaruna, diharapkan dapat menggunakan modul tersebut untuk menginspirasi para perajin tembikar tradisional agar tetap berproduksi dengan memanfaatkan warisan budaya setempat. Dengan demikian, diharapkan produksi tembikar Kalumpang tetap lestari dan membuka wawasan serta kepedulian masyarakat luas terhadap kekayaan budaya nenek moyang

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Kalumpang, Masa Logam, Neolitik, seni kriya, tembikar
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology
Divisions: Faculty of Cultural Sciences > Archeology Department
Depositing User: Mardi Pramono
Date Deposited: 20 Nov 2025 00:57
Last Modified: 20 Nov 2025 00:57
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/20588

Actions (login required)

View Item
View Item