Indratiningsih, Indratiningsih (1991) Deteksi Residu Nitrit pada Telur Asin yang Beredar di Pasaran di Yogyakarta. Jurusan Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta.
Indratiningsih_Deteksi Residu Nitrit pada Telur Asin yang Beredar di Pasaran di Yogyakarta_1991.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB)
Abstract
Bahan tambahan berupa sendawa (NaN03) dapat digu- nakan dalam pembuatan telur asin, dengan tujuan sebagai bahan pengawet dan diharapkan dapat memperbaiki warna kuning telur. Adanya residu nitrit dalam bahan pangan yang diijinkan adalah 200 ppm.
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya residu nitrit pada telur asin yang ada di Yogyakarta.
Telur asin dari 10 pengrajin di daerah Yogyakarta dianalisis kadar nitritnya dengan metode Lees (1975). Di lakukan. pula pembuatan telur asin di laboratorium THT dengan 3 aras penggunaan sendawa, yaitu 5 g (I), 10 g (II), dan 15 g (IIÍ) per 600 g medium pengasin. Telur dibungkus medium pengasin selama 1 minggu. Telur tawar (tanpa diasin) dan telur asin (tanpa sendawa) digunakan sebagai kontrol. Data yang diperoleh dianalisis dengan CRD pola searah dan t test. Residu nitrit pada telur asin dari pengrajin, perlakuan I, II dan III berturut-turut sebagai berikut : 45,02, 10,61, 22,79 dan 35,10 ppm dan menunjukkan perbedaan sangat nyata (P < 0,01). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan sendawa oleh pengrajin di Yogyakarta masih dalam batas yang diijinkan. Makin tinggi penggunaan sendawa, makin tinggi residunya
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Faculty of Animal Sciences > Department of Animal Products Technology |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 02:26 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 02:26 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25002 |
