Distribusi Hutan Bakau di Sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta

Djohan, Tjut Sugandawaty (0200) Distribusi Hutan Bakau di Sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta. Fakultas Biologi UGM.

[thumbnail of Tjut Sugandawaty Djohan_Distribusi Hutan Bakau di Sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta_2000.pdf] Text
Tjut Sugandawaty Djohan_Distribusi Hutan Bakau di Sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta_2000.pdf
Restricted to Registered users only

Download (7MB)

Abstract

Adanya sisa (remnant) hutan bakau di laguna di muara sungai Kali Bogowonto di pantai selatan Yogyakarta menunjukkan bahwa, pada masa lalu laguna-laguna tersebut di dominasi oleh ekosistem hutan bakau. Laguna tersebut mempunyai dua tipe ekosistem. Pada waktu musim kemarau laguna tergenang oleh air tawar selama 4 sampai 6 minggu sedangkan pada waktu musim hujan laguna bersifat intertidal. Ada empat laguna dan satu muara sungai di pantai selatan Yogyakarta. Penelitian bertujuan untuk mempelajari distribusi hutan bakau di laguna dan muara sungai di pantai selatan Yogyakarta. Penelitian merupakan bagian penelitian jangka panjang dalam bidang aplikasi ekologi. dalam usaha merestorasi ekosistem hutan bakau di laguna pantai selatan Yogyakarta. Kuadrat plot dengan ukuran 10m x 20m dan 1m x 1m digunakan untuk mengoleksi data vegetasi bakau dan pneumatophor pada area yang dipilih di sepanjang laguna. Data kualitas tanah meliputi tekstur, hara, juga kualitas air meliputi salinitas dan hara juga dikaji. Komunitas bakau hanya ditemukan di Laguna Kali Bogowonto yang tersusun atas lima jenis bakau. Sonneratia alba. Nypa fruticans, Acanthus ilicifolius, Acrosticum sp. dan Derris heterophylla, dan dua jenis spesies peralihan Pandanus sp. dan Cynodon dactylon. Pola distribusi komunitas bakau di Laguna Bogowonto mengelompok (clump). Distribusi komunitasnya mempunyai tipe riverin mangrove. Ketika surut salinitas 0-6,5% Komunitas bakau tidak membentuk zonasi, dan Sonneratia hadir mulai dari muara sungai sampai di rawa burit. Nypa hanya ditemukan satu kelompok di kaki gumuk. Distribusi Sonneratia tidak ditentukan oleh tinggi genangan, akan tetapi tinggi pneumatophor mengikuti pola tinggi genangan air. Adanya spesies peralihan, Pandanus sp. dan rumput grinting (Cynodon dactylon) menunjukkan bahwa laguna juga terancam dalam perubahan menjadi ekosistem gumuk dan terestrial.

Item Type: Other
Subjects: Biology
Depositing User: Isbandini Isbandini
Date Deposited: 15 Jan 2026 02:30
Last Modified: 15 Jan 2026 02:30
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25036

Actions (login required)

View Item
View Item