Sunardi, Sunardi (1995) Pengaruh Pemangkasan Tajuk Terhadap Aktivitas Bintil Akar Lamtoro. Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta.
Sumardi_Pengaruh Pemangkasan Tajuk Terhadap Aktivitas Bintil Akar Lamtoro_1995.docx.pdf
Restricted to Registered users only
Download (7MB)
Abstract
Aktivitas bintil akar anakan lamtoro dalam hutan jati dipelajari dalam penelitian lapangan pada pertanaman jati pasca tumpangsari bonita 3 umur 4 tahun. Perbedaan kondisi penutupan tajuk digunakan sebagai faktor yang diduga dapat mempengaruhi aktivitas bintil akar. Kondisi penutupan tajuk ini dipersiapkan dengan melakukan pemangkasan tanaman sela lamtoro di sebagian areal penelitian. Pengukuran jumlah, berat kering dan kapasitas fiksasi bintil akar digunakan sebagai petunjuk aktivitas bintil akar.
Sampel bintil akar dipanen dari akar semai lamtoro yang berasal dari permudaan alam yang tumbuh di areal penelitian. Sebanyak 5 plot masing-masing berukuran 1 x 1 meter dibuat pada tiap areal pertanaman yang telah dikenai perlakuan pembukaan tajuk. Sebanyak 10 semai lamtoro dipanen dari tiap-tiap plot sebagai sampel penelitian. Semai lamtoro yang digunakan sebagai sampel penelitian ini berumur 4-6 minggu, berasal dari permudaan alam yang terjadi awal musim penghujan sebelum penelitian dimulai. Sampel bintil akar juga dipanen dari semai lamtoro yang berasal dari areal tumpang-sari pada loasi penelitian.
Perbedaan tingkat penutupan tajuk yang disiapkan pada areal penelitian dapat mempengaruhi aktivitas bintil dalam hal jumlah dan berat kering bintil akar yang terbentuk pada tiap semai lamtoro. Perbedaan jumlah bintil akar yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa bintil akar cepat terbentuk pada semai lamtoro yang tumbuh di bawah tajuk yang lebih terbuka. Perbedaan berat kering bintil yang diamati dalam penelitian ini juga dapat memberikan petunjuk bahwa bintil akar semai yang tumbuh di bawah tajuk yang lebih terbuka lebih cepat berkembang. Pengaruh perlakuan terhadap kapasitas penambatan nitrogen per semai lamtoro juga terlihat, walaupun berdasarkan kapasitas penambatan per satuan berat kering bintil akar perbedaan tersebut tidak terlihat. Perbedaan jumlah dan perkembangan bintil pada semai lamtoro merupakan faktor yang paling besar kemungkinan perbedaan kapasitas penambatan nitrogen oleh semai-semai lamtoro pada ketiga areal penelitian.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Additional Information: | KKI |
| Subjects: | S Agriculture > SD Forestry |
| Divisions: | Faculty of Forestry |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 06:57 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 06:57 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25623 |
