Pengambilan Telur dari Induk Nila Merah (Oreochromis sp.) Pengaruhnya Terhadap Daya Tetas dan Kecepatan Induk Betina Berpijah Kembali

Rustadi, Rustadi (1996) Pengambilan Telur dari Induk Nila Merah (Oreochromis sp.) Pengaruhnya Terhadap Daya Tetas dan Kecepatan Induk Betina Berpijah Kembali. Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Rustadi_pengambilan Telur dari Induk Nila Merah_1996] Text
Rustadi_pengambilan Telur dari Induk Nila Merah_1996 - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Penetasan telur di luar induk betina Nila merah (Oreochro- mis sp.) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas benihnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pengambilan telur paling tepat dari sejak pemijahan dan pengaruhnya terhadap kecepatan induk betina mijah kembali serta mengetahui daya tetas telur dalam inkubator. Percobaan waktu pengambilan telur dilaku- kan pada hari ke 7, 14, 21, 28 dan 35 dari sejak pemijahan dan diulang 3 kali. Pemijahan dengan induk lain dicoba diambil telurnya dan ditebari induk jantan langsung dan diulang 3 kali. Penetasan telur dalam inkubator dilakukan dengan air mengalir dan aerasi dengan kombinasi kepadatan telur (600, 1200, dan 1800 butir/l air) dengan ulangan 2 kali. Pengambilan telur dari induk ikan Nila merah pada hari ke 7 dari sejak pemijahan, didapatkan jumlah induk Pengambilan betina dan telur yang terbanyak (P<0,05). Pengambilan telur dari induk betina berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecepatan induk betina berpijah kembali, sedang penebaran induk jantan tidak berpengaruh (P>0,05). Telur Nila merah dapat ditetaskan dalam inkubator dengan air mengalir saja atau aerasi dan penggantian air. Penetasan dalam inkubator air mengalir menghasilkan tetasan (47,10%) lebih tinggi daripada air beraerasi (43,38%), namun kecepatan tetasnya (97 jam) lebih lambat daripada dalam inkubator beraerasi (68,83 jam). Permasalahan utama yang dihadapi dalam produk- si benih Nila merah secara massal adalah rendahnya telur yang dikandung dan tidak serempaknya kematangan telur baik dalam maupun antar individu.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: ikan, telur, induk, penetasan
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SF Animal culture
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Depositing User: Isbandini Isbandini
Date Deposited: 13 Jul 2026 11:24
Last Modified: 13 Jul 2026 11:24
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25880

Actions (login required)

View Item
View Item