Haryadi, Fransiskus Trisakti (1994) Evaluasi Tananiaga Telur Ayam Ras di Daerah Istimewa Yogyakarta. Fakultas Peternakan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)
F.Trisakti Haryadi_EvaluasiTataniaga_1994.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (10MB)
Abstract
Penelitian ini dilakukan di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dari bulan Oktober 1993 sampai dengan Februari 1994 dengan menggunakan metode survei. Responden yang digunakan terdiri dari 15 peternak, lima pengumpul, lima pengecer, lima pedagang antar kota dan 15 konsumen. Pengambilan sampel dilakukan secara acak berdasarkan keterangan pengumpul dan pengecer. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mata rantai dan fungsi saluran tataniaga, struktur biaya tataniaga, marjin serta efisiensi jalur tataniaga telur ayam ras. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif untuk jalur tataniaga, perhitungan input output, marjin, farmer's share, koefisien kompetisi pasar dan rasio profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima macam pola jalur tataniaga yaitu (1) peternak-pe- ngumpul-pengecer-konsumen, (2) peternak-pengumpul-konsumen, (3) peternak-pengumpul-pedagang antar kota-luar DIY, (4) peternak-pedagang antar kota-luar DIY dan (5) peternak-konsumen. Biaya per kg yang dikeluarkan peternak Rp 1.580,93, pengumpul Rp 1.617,08, pengecer Rp 1.727,93 dan pedagang antar kota Rp 1.633,32. Pembagian marjin pada setiap tingkat lembaga tataniaga masih belum sama. Persentase keuntungan terhadap nilai marjin tertinggi di pengecer (71,81%), kemudian di pengumpul (62,93%) dan pedagang antar kota (61,40%). Nilai farmer's share yang diperoleh peternak adalah 86,23%. Nilai kompetisi pasar tertinggi adalah di tingkat pengecer (1,07) dan terendah ditingkat peternak (1,01). Dari analisis profitabilitas, nilai net profit margin (NPM) tertinggi ada pada pengecer (6,60%) dengan nilai operating ratio (OR) sebesar 93,40%, sedangkan NPM terendah ada pada peternak (0,90%) dengan OR (99,10%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di antara lembaga perantara yang terlibat dalam usaha penyaluran telur ayam ras, pengecer merupakan lembaga yang paling efisien dalam mengelola usahanya. Jalur tataniaga yang paling menguntungkan peternak adalah jalur peternak langsung ke konsumen.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ayam, telur, peternakan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 15 Jul 2026 08:13 |
| Last Modified: | 15 Jul 2026 08:13 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25950 |
