Marwasta, Djaka (2000) Pola Keruangan dan Trend Pertumbuhan Permukiman Kumuh di Kotamadya Yogyakarta. Fakultas Geografi, Yogyakarta.
Djaka Marwasta_Pola Keruangan dan Trend Pertumbuhan Permukiman Kumuh di Kotamadya Yogyakarta_2000.pdf - Updated Version
Restricted to Repository staff only
Download (6MB) | Request a copy
Abstract
Permukiman kumuh merupakan obyek sentral dari penelitian ini. Pendekatan keruangan (spatial approach) digunakan sebagai dasar pijakan di dalam mengidentifikasi permasalahan permukiman kumuh di perkotaan. Tujuan penelitian meliputi identifikasi permukiman kumuh di Kotamadya Yogyakarta, pengkajian pola keruangan dan trend pertumbuhan permukiman kumuh, serta penentuan faktor determinan yang menyebabkan munculnya permukiman kumuh. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, diharapkan akan ditemukan faktor-faktor utama munculnya permukiman kumuh (slum dan squatter) baru.
Penelitian ini mengintegrasikan teknik interpretasi citra penginderaan jauh untuk mengidentifikasi agihan permukiman kumuh di daerah penelitian dengan teknologi sistem informasi geografis (SIG) sebagai alat analisis keruangan. Foto udara multiwaktu merupakan sumber data utama, disamping data lapangan dan beberapa data sekunder sebagai pendukung analisis yang dilakukan. Di dalam teknik interpretasi penginderaan jauh, kerja lapangan merupakan kegiatan yang tidak terpisahkan dari tahapan interpretasi citra, dan di dalam uji lapangan tersebut juga didukung dengan teknik wawancara untuk memperoleh variabel sosial ekonomi yang akan dianalisis. Hasil olahan data dari sistem informasi geografis dianalisis dengan dua metode analisis data, yaitu analisis peta untuk mengenali pola keruangan permukiman kumuh, dan analisis statistik korelasi-regresi untuk mengetahui trend pertumbuhan permukiman kumuh.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh beberapa temuan yang cukup berarti dalam mengkaji permukiman kumuh di Kotamadya Yogyakarta. Pola keruangan yang ditemukan pada permukiman kumuh di Kotamadya Yogyakarta adalah linear memanjang sepanjang sungai Code dan Winongo. Trend Pertumbuhannya secara fisik ke arah utara selatan sepanjang dua sungai tersebut, sedangkan secara sosio-ekonomi mengikuti kecenderungan pertambahan bridgeheader yang datang ke Kotamadya Yogyakarta dengan kondisi ekonomi yang kurang mapan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini antara lain selama kurun 30 tahun pertumbuhan permukiman kumuh di Kotamadya Yogyakarta cukup pesat mengikuti pola linear sepanjang sungai Code dan Winongo arah utara - selatan.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pola keruangan, pertumbuhan, permukiman kumuh |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
| Divisions: | Faculty of Geography |
| Depositing User: | Athifah Dihyan Calysta |
| Date Deposited: | 27 Jun 2026 07:42 |
| Last Modified: | 27 Jun 2026 07:42 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27324 |
