Pengaruh Bee Propolis Asal Indonesia Secara Test In Vitro Sebagai Antiplasmodium

Hutagulung, James S (2009) Pengaruh Bee Propolis Asal Indonesia Secara Test In Vitro Sebagai Antiplasmodium. Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Drs James S Hutagulung M, Kes._Pengaruh Bee Propolis Asal Indonesia Secara Test In Vitro Sebagai Antiplasmodium_2009.pdf] Text
Drs James S Hutagulung M, Kes._Pengaruh Bee Propolis Asal Indonesia Secara Test In Vitro Sebagai Antiplasmodium_2009.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Latar Belakang: Malaria disebabkan oleh berbagai jenis parasit protozoa, Plasmodium, merupakan salah satu penyakit parasit yang paling penting dan masih sebagai salah satu kata masalah kesehatan masyarakat antara lain penyakit-penyakit tropis. Salah satu kesulitan dalam pengendalian malaria adalah resistensi parasit malaria terhadap obat antimalaria, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mencari alternatif obat antimalaria. Propolis Hidroalchoholic Solution (PHS), produk sarang lebah banyak digunakan dalam obat rakyat ini, telah menarik perhatian peneliti untuk menjelaskan sifat-sifat biologisnya. Yang mengusulkan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kegiatan antiplasmodial ekstrak propolis Indonesia.

Metode: Tiga puluh ekor mencit jantan BALB / c beratnya sekitar 25-30 g berusia antara 6 dan 8 minggu digunakan untuk pengobatan propolis in vivo. Tikus yang terinfeksi dengan 0,1 mL suspensi P. berghei pada konsentrasi dari 107 parasit per mouse pada hari 0. Obat itu diberikan intraperitoneally selama 4 hari dari hari 0-3 pada dosis 100, 300, 500 dan 1000 mg / Kb BW dalam kelompok eksperimental. Kelompok kontrol diberi pelarut dalam volume yang sama durasi yang sama. Senyawa flavonoid yang mempunyai efek antiplasmodial. Dalam kajian ini ternyatra ekstrak yang memiliki nilai IC50 kurang dari 17,85ug/ml pada uji in vitro dapat dikatakan prospektip untuk dikembangkan sebagai obat anti malaria. Contoh sumber daya bee propolis telah dihasilkan oleh Batu Malang Jawa Timur Indonesia. Nomor yang parasitemia dihitung menggunakan metode noda darah setiap hari selama 4 hari setelah tikus sudah terinfeksi P. berhgei untuk mengidentifikasiaktivitas antiplasmodial.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Propolis Hidroalchoholic Solution (PHS) memiliki kegiatan antiplasmodial kuat. Kesimpulan: Itu menyimpulkan bahwa PHS menunjukkan aktivitas lebih antiplasmodial, dibuktikan dengan peningkatan aktivitas phagoscytis macrophage dan kapasitas. Kegiatan yang antiplasmodial PHS adalah karena peningkatan kekebalan tikus sehingga mereka hidup lebih lama.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: propolis, antiplasmodial, Plasmodium berghei, macrophage, Batu Malang.
Subjects: R Medicine > RB Biomedical Sciences
R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Public Health and Nursing > Biomedical Sciences
Depositing User: Athifah Dihyan Calysta
Date Deposited: 02 Jul 2026 07:58
Last Modified: 02 Jul 2026 07:58
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/27429

Actions (login required)

View Item
View Item