Peran Anggrung (Trema sp.) dan Ektomikorisa pada Percepatan Pemapanan Kembali Hutan Dipterokarpa di Lahan Bekas Tambang Batubara PT. Berau Coal

Nurjanto, Handojo Hadi and Supriyo, Haryono and Adrianti, Dwi T. (2009) Peran Anggrung (Trema sp.) dan Ektomikorisa pada Percepatan Pemapanan Kembali Hutan Dipterokarpa di Lahan Bekas Tambang Batubara PT. Berau Coal. Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Handoyo Hadi Nurjanto; Harno Supriyanto; Dwi T. Adrianti._Peran Anggrung (Trema sp.) dan Ektomikorisa pada Percepatan Pemapanan Kembali Hutan Dipterokarpa di Lahan Bekas Tambang Batubara PT. Berau Coal_2009.pdf] Text
Handoyo Hadi Nurjanto; Harno Supriyanto; Dwi T. Adrianti._Peran Anggrung (Trema sp.) dan Ektomikorisa pada Percepatan Pemapanan Kembali Hutan Dipterokarpa di Lahan Bekas Tambang Batubara PT. Berau Coal_2009.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Reklamasi lahan bekas penambangan batubara dengan jenis-jenis dipterokarp terkendala oleh kondisi lingkungan dan tanah yang tidak sesuai bagi pemapanan dan pertumbuhan awal semai dipterokarp. Penelitian ini bertujuan mengembangkan teknik rehabilitasi lahan bekas tambang batubara melalui pendekatan suksesi dengan menggunakan vegetasi pionir dan mikroorganisme tanah untuk mempercepat pemapanan tanaman komersial lokal dipterokarpa. Pembelukar menggunakan vegetasi pionir bertujuan meningkatkan kesuburan tanah serta menciptakan kondisi iklim mikro yang optimal bagi pertumbuhan tanaman pohon komersial lokal dipterokarpa. Kondisi tersebut juga mendukung perkembangan ektomikorisa yang berperan penting dalam pertumbuhan semai dipterokarpa.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan vegetasi pionir Anggrung (Trema sp.) dan jenis lainnya yang ditanam dalam blok berukuran 100 × 100 m dengan perlakuan penambahan arang sekam dan kapur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Berblok (Randomised Completely Block Design, RCBD), dengan dua blok sebagai ulangan. Parameter kondisi lingkungan mikro, meliputi intensitas cahaya, kelembaban relatif, dan suhu, serta perubahan kesuburan tanah berupa sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, diukur untuk mengetahui pengaruh pembelukaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman vegetasi pionir memiliki keberhasilan yang rendah akibat kondisi lingkungan yang sangat ekstrem, khususnya musim kemarau dan adanya El Nino. Pertumbuhan tanaman masih sangat minimal, tetapi perlakuan arang sekam mampu meningkatkan pertumbuhan Anggrung. Kondisi lahan bekas tambang batubara yang masih terbuka menyebabkan populasi mikroorganisme rendah. Seresah Anggrung berpotensi meningkatkan kesuburan tanah karena memiliki kecepatan dekomposisi yang relatif tinggi.

Item Type: Other
Additional Information: halaman ringkasan memang ada 2x di buku aslinya
Uncontrolled Keywords: reklamasi lahan, lahan bekas tambang batubara, vegetasi pionir, Anggrung (Trema sp.), ektomikorisa, dipterokarpa, rehabilitasi lahan.
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Forestry
Depositing User: Nur Izzatul Rohmah
Date Deposited: 08 Sep 2026 08:56
Last Modified: 08 Sep 2026 08:56
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/29622

Actions (login required)

View Item
View Item