Martono, Martono and Ramdhani, Neila (1996) Kohesivitas terhadap kelompok pada masyarakat miskin. Fakultas Psikologi UGM.
Martono dan Neila Ramdhani_Kohesivitas terhadap Kelompok pada Masyarakat Miskin_1996.pdf
Restricted to Registered users only
Download (11MB)
Abstract
Ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan merupakan topik sentra yang ditekankan dalam Pembangunan Jangka Panjang II. Program ini dilakukan melalui Inpres Desa Tertinggal (IDT), pembinaan kelompok swadaya masyarakat (KSM), pembinaan pengusaha kecil, dan lain-lain. Karena program pengentasan kemiskinan ini tidak dapat dilakukan hanya dalam beberapa saat saja, maka KSM diharapkan dapat menjadi kelompok yang langgeng dan kohesif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kohesivitas terhadap kelompok pada masyarakat desa yang telah dibina melalui KSM berbeda dengan kohesivitas terhadap kelompok pada masyarakat desa yang belum dibina melalui KSM.
Empat puluh sembilan subjek berartisipasi dalam penelitian ini. Mereka adalah penduduk desa di Kabupaten Sleman DIY. Mereka terdiri dari 16 orang yang sudah menjadi anggota KSM dan telah berhasil dalam kelompoknya, 17 orang adalah anggota KSM yang baru saja berjalan, dan sisanya baru akan membentuk KSM. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan Skala Kohesivitas Terhadap Kelompok (SKTK) dan wawancara. Item-item SKTK sudah diuji validitas dan realibilitasnya. Data yang diperoleh dari SKTK dianalisis dengan analisis varians. Data-data wawancara dipakai untuk mengetahui lebih lanjut mengenai keadaan angggota KSM dan materi-materi pembinaan yang dilakukan pembina. Kedua jenis data tersebut dapat saling meengkapi sehingga akan diperoleh informasi yang lebih lengkap tentang kohesivias terhadap kelompok pada masyarakat miskin.
Hasil analisis data menunjukkan adnaya perbedaan tingkat kohesivitas terhadap kelompok (p<0,05) pada masyarakat miskin yang sudah dibina KSM, anggota KSM yang baru, dan yang belum dibina KSM. Kohesivitas terhadap kelompok masyarakat yang sudah ikut KSM lebih tinggi daripada yang belum ikut KSM. Anggota KSM berkecimpung d berbagai bidang usaha. Peningkatan usaha pada kelompok yang sudah ikut KSM dapat dilihat dengan jelas. Sejak terbentuk KSM ini tidak perah melakukan tunggakan kredit. Menurut keterangan pembina hal ini di antaranya disebabkan prinsiip tanggung renteng yang telah mengakar di dalam diri masing-masing anggota. Dengan prinsip ini masing-masing anggota merasa terikat, tergantung, saling membutuhkan, dan berbagai ciri dari kohesivitas. Dengan demikiran dapat disimpulkan bahwa KSM efektif untuk meningkatkan kohesivitas terhadap kelompok. Peningkatan kohesivitas terhadap kelompok mendorong anggota kelompok untuk sama rasa, dan sama-sama meningkatkan kemajuan kelompoknya.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology H Social Sciences > HM Sociology |
| Divisions: | Faculty of Psychology |
| Depositing User: | Dwi Rahayu |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 06:28 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 06:28 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/24976 |
