Saladi, Riningsih and Martopo, Darjati Sugang and Handonomulyo, Handonomulyo and Harmin, Lilik and Saraswati, Endang (1990) Perbedaan Fertilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Fakultas Geografi UGM, Yogyakarta.
Riningsih Saladi dkk_Perbedaan Fertilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta_1990.pdf
Restricted to Registered users only
Download (5MB)
Abstract
Fertilitas penduduk keempat kabupaten di DIY berbeda. Namun, yang menarik untuk diteliti adalah fertilitas di Gunung Kidul. Adapun permasalahannya adalah 'mengapa fertilitas di G. Kidul paling tinggi?'. Apakah fenomena ini masih konsisten dengan 'hukum sosio-demografi' yang menyatakan ada kaitan negatif antara faktor-faktor sosial ekonomi dengan fertilitas?. Menurut beberapa peneliti, untuk menunjukkan fenomena yang 'bertentangan' dengan hukum tersebut tidak sukar.
Fertilitas penduduk dipengaruhi oleh faktor-faktor demografi dan sosial ekonomi. Faktor-faktor dalam kelompok pertama pengaruhnya terhadap fertilitas, langsung. Oleh karena itu, mekanismenya jelas. Faktor-faktor dalam kelompok kedua pengaruhnya terhadap fertilitas, tidak langsung. Ja-di, untuk menjawab permasalahan tersebut di atas, akan dilihat pertama-tama apakah faktor-faktor demografi yang men dorong fertilitas tinggi terdapat di G. Kidul, dan tidak terdapat di ketiga kabupaten yang lain?. Selanjutnya, apakah faktor-faktor sosial ekonomi yang mendorong fertilitas tinggi hanya terdapat di G. K dul, dan tidak di kabupaten lainnya, setelah sebelumnya dicari kaitannya dengan faktor faktor demografi?.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penduduk yang bekerja di pertanian berturut-turut dari rendah ke tinggi terdapat di Bantul, Sleman, K.Progo, dan G.Kidul, Selain itu, perbedaan tingkat pendidikan penduduk perempuan berturut-turut dari tinggi ke rendah terdapat di Sleman, Bantul, K.Progo, dan G.Kidul. Kedua fenomena di G.Kidul khususnya, berkaitan dengan fertilitas tinggi karena: 1. Bekerja di pertanian butuh banyak tenaga kerja, terutama tenaga kerja keluarga. 2. Tingkat pendidikan rendah mendorong penduduk untuk kawin pada usia muda; padahal, usia kawin dan fertilitas berbanding terbalik.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) |
| Divisions: | Faculty of Geography |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 02:29 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 02:29 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25016 |
