Astuti, Mary and Hardiman, Hardiman (1983) Tepung Tempe, Pemahaman Sifat-Sifat dan Penyesuaian Penggunaannya. Fakultas Teknologi Pertanian UGM. (Unpublished)
Mary Astuti, Hardiman_Tepung Tempe, Pemahaman Sifat-Sifat_1983.pdf
Restricted to Registered users only
Download (6MB) | Request a copy
Abstract
Tepung tempe dibuat dari tempe kedele yang difermentasikan 48 jam, kemudian dikukus 15 menit; digiling dan dikeringkan pada suhu 55°c-60°c selama tiga jam. Setelah kering, ditepungkan dan diayak dengan ayakan 28 mesh. Tepung tempe yang diperoleh dianalisa kandungan proteinnya, kemudian digunakan sebagai campuran berbagai sumber karbohidrat dan dibuat menjadi susu.
Hasil analisa protein menunjukkan kandungan protein tepung tempe sebesar 43,34%.
Makanan campuran yang dibuat berupa jenang jagung, cenil ketela pohon, getuk ketela rambat, nagasari tepung beras dan susu tepung tempe.
Pencampuran tepung tempe dengan sumber karbohidrat yang berupa tepung (jenang pati jagung dan nagasari) yang dimasak dengan cara perebusan dan pengukusan, disenangi konsumen pada kadar protein 6-7%. Pencampuran tepung tempe dengan sumber karbohidrat yang tidak berbentuk tepung (ketela pohon dan ketela rambat) yang dimasak dengan penggorengan, disenangi konsumen pada kadar protein 2-4%.
Susu tepung tempe dengan flavor mocca lebih disukai dari pada susu tepung kedelai dengan flavor mocca.
Tepung tempe mempunyai bau yang khas yang kadang-kadang tidak disukai konsumen. Bau khas tepung tempe tsb bukan bau tengik sebagai akibat oksidasi lemak/minyak.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | fermentasi, kedelai, tempe |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) T Technology > TP Chemical technology > Food processing and manufacture |
| Depositing User: | Dwi Rahayu |
| Date Deposited: | 26 May 2026 08:15 |
| Last Modified: | 26 May 2026 08:15 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25663 |
