Faruk, Faruk (2000) Potret Kemisksinan Buruh di Sebuah Pabrik di Kawasan Industri Ungaran (Studi Kasus Mengenai Kemiskinan di Sektor Industri). Lembaga Penelitian UGM. (Unpublished)
Faruk_Potret Kemisksinan Buruh di Sebuah Pabrik di Kawasan Industri Ungaran (Studi Kasus Mengenai Kemiskinan di Sektor Industri)_2000.pdf - Updated Version
Restricted to Registered users only
Download (5MB) | Request a copy
Abstract
Sudah banyak penelitian mengenai kondisi kehidupan buruh, terutama kehidupan sosial-ekonominya. Hampir semua hasil penelitian menunjukkan buruknya kondisi kehidupan para pekerja pabrik tersebut. Akan tetapi, ada sebuah pertanyaan yang tercecer, yaitu mengenai faktor-faktor yang menyebabkan atau mempengaruhi tetap bertahannya buruh dalam kondisi kehidupan yang buruk tersebut. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut melalui pendekatan kultural-ideologis Althusserean. Dalam pendekatan tersebut, eksistensi buruh dipahami sebagai sebuah hasil konstruksi kedirian buruh sehingga mereka menjadi satu tipe manusia yang khas, yang keseluruhan kapasitas dirinya dibiasakan dan dinaturalisasikan untuk hanya bisa menjadi buruh. Untuk memperoleh pemahaman tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan hermeneutik, baik untuk pengumpulan data maupun untuk analisis dan penafsirannya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedirian buruh yang disebut sebagai "orang pabrik" dibangun melalui proses yang panjang dan kompleks dalam pengertian melibatkan kekuatan-kekuatan historis dan berbagai institusi sosial. Wacana mengenai pendidikan, konsep desa dan kota, mekanisme sosio-kultural masyarakat agraris di pedesaan, kesenian tradisional, perubahan pola konsumsi, berbagai bentuk media massa, menjadi kekuatan interpelasi yang menggiring masyarakat desa untuk tidak lagi puas menjadi petani dan berusaha memenuhi berbagai kebutuhan yang baru tumbuh dengan bekerja sebagai buruh di kota. Dalam proses selanjutnya, pabrik mengkondisikan pikiran, perasaan, dan tubuh buruh menjadi suatu subjek yang fungsional bagi industri, yaitu dengan membiasakan diri subjek tersebut dapat beradaptasi dengan kondisi apa pun yang ditentukan oleh pabrik, termasuk kondisi kemiskinannya.
Namun, identitas "orang pabrik" tidak hanya ditentukan oleh relasinya dengan lingkungan pabrik khususnya dan lingkungan masyarakat modern perkotaan pada umumnya belaka. Meski sudah lama dan terus-menerus berada di lingkungan itu, dalam diri buruh masih terus beroperasi kekuatan dan imperatif kultural tradisional masyarakat pedesaan yang menjadi asal mereka sehingga terjadi semacam simbiose mutualistis antara keduanya.
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kemiskinan, industri, buruh |
| Subjects: | H Social Sciences > H Social Sciences (General) H Social Sciences > HC Economic History and Conditions H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races |
| Divisions: | Center of Study |
| Depositing User: | AKBAR MUHAMMAD U S |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 01:47 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 01:47 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/24157 |
