Sastrosubroto, Rasdiman (1993) Perkembangan Wereng Coklat Populasi Bantul pada Tiga Varietas Padi yang Ditanam dengan Berbagai Ketinggian Air. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta.
Rasdiman Sastrosubroto_Perkembangan Wereng Coklat Populasi Bantul pada Tiga Varietas Padi yang Ditanam dengan Berbagai Ketinggian Air_1993.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB)
Abstract
Hama wereng coklat adalah merupakan salah satu hama serangga yang sifatnya epidemik, sehingga memungkinkan terjadinya eksplosi dalam waktu sangat singkat. Hal ini disebabkan karena hama tersebut mempunyai sifat-sifat sangat cepat dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mempunyai kecepatan perkembangan yang sangat cepat dan tinggi, toleran sekali hidup berdesak-desakan dan bergerombol serta mempunyai daya sebar yang tinggi (Kisimoto, 1976; Oka, 1979). Sebagaimana diungkapkan oleh Pathak (1970), bahwa varietas unggul tahan wereng (VUTW) yang ada termasuk yang diintroduksi di Indonesia berasal dari sifat yang dibawa oleh satu gen dominan dari Mudgo dan satu gen ressesif dari ASD7. Sifat-sifat wereng coklat yang sangat kompleks menyebabkan hama ini sangat sulit untuk ditanggulangi dengan satu cara saja, Pengendalian wereng corlat benar-benar dapat lebih terjamin adalah dengan cara tecpadu yang meliputi penggunaan jenis unggul tahan wereng, tertib tanam, sanitasi, penggunaan insektisida dan pengamatan secara teratur atau berkala (Oka, 1975).
Tertib tanam antara lain adalah pengaturan tanam, pengaturan air dan dosis pupuk dimaksudkan untuk menciptajan habitat buruk terhadap kehidupan wereng coklat. Peikembangan hama dan penyakit dipengaruhi oleh keadaan iklim mikro. Menaikkan tinggi permukaan air di sawah merupakan cara yang. telah lama dilakukan di Indonesia untuk mengen- laikan wereng coklat. Penyebaran serbuk gergaji yang telah dicampur dengan minyak tanah (0.25 liter/ 100 m2) pada permukaan air yang dinaikkan, dapat mematikan nimfe dan imago wereng coklat (Oka, 1983). Permukaan air ini juga dapat mematikan telur-telur yang diletakkan pada pangkal batang padi.
Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh tinggi air terha- dap perkembangan wereng coklat, maka dilakukan penelitian dalam rumah kaca yang perlakuannya dengan memberikan air pada tanaman padi dari varietas yang diuji dan diinfestasi wereng coklat dengan ketinggian yang berbeda
| Item Type: | Other |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SB Plant culture |
| Divisions: | Faculty of Agriculture > Department of Agronomy |
| Depositing User: | Isbandini Isbandini |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 02:28 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 02:28 |
| URI: | https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25006 |
