Pengembangan Potensi Buah Duwet (Syzygium cumini) Sebagai Sumber Antioksidan Alami

Lestario, Lydia Ninan and Raharjo, Sri and Hastuti, Pudji (2004) Pengembangan Potensi Buah Duwet (Syzygium cumini) Sebagai Sumber Antioksidan Alami. Lembaga Penelitian UGM, Yogyakarta.

[thumbnail of Lydia Ninan_Pengembangan Potensi Buah Duwet (Syzygium)_2004.pdf] Text
Lydia Ninan_Pengembangan Potensi Buah Duwet (Syzygium)_2004.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya publikasi ilmiah mengenai antioksidan dari buah-buah berwarna ungu dari negara subtropis, yang banyak memunculkan peran antosianin. Buah duwet sebagai buah tropis berwarna ungu belum banyak diteliti dan nampaknya mempunyai potensi sebagai antioksidan alami yang aman dikonsumsi.
Tujuan dari penelitian ini adalah: mencari kondisi ekstraksi optimum (jenis pelarut, lama ekstraksi, dan suhu ekstraksi) untuk memperoleh ekstrak dengan aktivitas antioksidan, kadar polifenol, dan kadar antosianin tertinggi; mengevaluasi sifat ekstrak (stabilitas warna terhadap pH dan penyinaran UV); dan memisahkan komponen-komponen dalam ekstrak dengan silica gel-60.
Penelitian ini sebagian besar dilakukan di Labolatorium Kimia dan Biokimia, Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Data diperoleh dengan percobaan di labolatorium, dengan jumlah ulangan 3 untuk setiap pengujian, untuk melihat ada atau tidaknya perbedaan antar perlakukan dilakukan analisis statistik (BNJ 5%).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metanol-HCI 1% merupakan pelarut yang dapat menghasilkan ekstrak dengan aktivitas antioksidan, kadar antosianin, dan kadar polifenol tertinggi secara nyata dibanding pelarut aseton, aseton/ air, dan air. Kadar antosianin lebih tinggi diperoleh pada ekstraksi dengan metanol-HCI 1% pada suhu 4 °C daripada suhu kamar, sedang kadar polifenol lebih tinggi diperoleh pada ekstraksi pada suhu kamar. Ekstraksi dengan metanol-HCI 1% pada suhu kamar selama 12 jam dapat menghasilkan jumlah polifenol paling tinggi secara nyata dibanding semua perlakuan lain.
Ekstrak metanol-HCI 1% kurang stabil terhadap perubahan pH; namun sangat stabil pada penyinaran UV sampai 3 jam; Pada pemisahan dengan silica gel G-60, diperoleh pigmen-pigmen dengan warna: kuning, coklat, merah, dan bening yang masing-masing mempunyai serapan daerah maksimum berbeda-beda. Spektrum absorbsi pigmen merahnya sesuai dengan spektrum absorbsi antosianin.
Kata kunci : Antosianin, Antioksidan, Polifenol.

Item Type: Other
Subjects: L Education > L Education (General)
Q Science > Q Science (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Depositing User: Dwi Rahayu
Date Deposited: 24 Feb 2026 05:30
Last Modified: 26 Feb 2026 07:12
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/25816

Actions (login required)

View Item
View Item