Kajian Jenis Benalu dan Sebarannya Pada Hutan Jati di Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngawi dan Madiun

Wiyono, Wiyono (1993) Kajian Jenis Benalu dan Sebarannya Pada Hutan Jati di Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngawi dan Madiun. Fakultas Kehutanan UGM, Yogyakarta. (Unpublished)

[thumbnail of Wiyono_Kajian Jenis Benalu dan Sebarannya Pada Hutan Jati di Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngawi dan Madiun_1993.pdf] Text
Wiyono_Kajian Jenis Benalu dan Sebarannya Pada Hutan Jati di Kesatuan Pemangkuan Hutan Ngawi dan Madiun_1993.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12MB) | Request a copy

Abstract

Benalu yang banyak Tumbuhan menyerang tumbuhan paranit, merupakan merugikan bagi tumbuhan yang ditumpanginya. tersebut sangat banyak jenisnya, dan dapat berbagai jenis tumbuhan yang lain misalnya randu dan jenis jenis tanaman hutan yang nilai ekonominya tinggi missinys jati, sono dan lainnya. Dari hasil pengamatan lapangan yang dilakukan, beberapa wilayah di KPH Ngawi dan KPH Madiun, Jawa Timur. benalu yang hidup sebagai tumbuhan parasit pada pohon jati termasuk kedalam dua warga, yaitu Viscum dan Dendropthoe dan jenisnya adalah Viscum articularum Burm.f. dan Dendrophthae pentandra Miq, Dendrophthoe falcata (L.f.) Ettingsh, yang anak suku Loranthaceae termasuk semuanya Loranthoideae.
Sebaran atau distribusi benalu di hutan jati di wilayah dengan KPH Ngawi dan KPH Madiun sangat terbatas dan sporadis, dan sangat dipengaruhi oleh jarak hutan dari lahan pekarangan milik penduduk di sekitar hutan, makin dekat pekarangan serangan benalunya semakin banyak, makin Jauh dari pekaranan penduduk intensitas serangan benalu pada jati semakin kecil. Di pekarangan penduduk jenis tanaman randu cenderung diserang oleh tumbuhan benalu. Pada tegakan jati yang belum memiliki KU I dengan diameter pohon ± 4 cm, banyak cabang belum banyak diserang oleh benalu, tetapi mulai KU II atau akhir KU I, pohon yang berdiameter ± 10 om pertumbuhannya kurang baik, terlihat terserang benalu. Kehadiran benalu sangat memberi kesan bahwa pertumbuhan pohon jati terganggu/terhambat dan keadaannya kurang bersih. Pohon jati yang memiliki diameter ± 10 cm sampai 40 cm pada KU III da V, juga tidak lepas dari gangguan benalu. Bahkan pada pohon jati yang berdiameter ± 50 on diatas 70 cm masih juga diserang oleh benalu, walaupun pada diameter tersebut kehadiran benalu sudah tidak membahayakan lagi, dan pada umumnya pertumbuhan benalu tidak sesubur pada tanaman jati KU II, II dan IV.

Item Type: Other
Uncontrolled Keywords: hutan, kehutanan, tanaman
Subjects: Q Science > QK Botany
S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
S Agriculture > SD Forestry
Divisions: Faculty of Forestry
Depositing User: Dwi Rahayu
Date Deposited: 03 Sep 2026 08:14
Last Modified: 03 Sep 2026 08:14
URI: https://ir.lib.ugm.ac.id/id/eprint/26155

Actions (login required)

View Item
View Item